Mentan Lantik Empat Pejabat Eselon 1

Jumat, 3 Jul 2015

pejabatkementan

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik empat pejabat eselon I untuk jabatan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Staf Ahli. Para pejabat yang dilantik tersebut yakni Garjita Budi sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ani Andayani sebagai Staf Ahli bidang Infrastruktur Pertanian, Syukur Iwantoro sebagai Staf Ahli bidang Investasi Pertanian dan Hasanuddin Ibrahim sebagai Staf Ahli bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional.

“Ini merupakan jabatan strategis dalam rangka agenda swasembada, membutuhkan leadership yang baik,” kata Amran dalam pidatonya, di Kementan, Jumat (3/7).

Sebelum melantik, mentan telah memberhentikan dengan hormat Achmad Suryana dari jabatan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Prabowo Respatiyo Caturroso sebagai Staf Ahli Bidang Investasi Pertanian, Tahlim Sudaryanto sebagai Staf Ahli Bidang Kerjasama Internasional dan Pantjar Simatupang sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Pembangunan Pertanian.

“Saya berharap para pejabat yang dilantik dapat berperan cepat dan tepat dalam merealisasikan program swasembada dengan serangkaian strategi dan agenda. Para pejabat yang dilantik juga diminta lebih meningkatkan capaian peningkatan produksi pangan yang telah dinilai baik sejak 8 bulan belakangan ini,” katanya.

Pelantikan para pejabat ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 100/M tahun 2015 yang telah menetapkan empat orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Pertanian, yaitu Kepala Badan Ketahanan Pangan, Staf Ahli Menteri Bidang Investasi, Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, serta Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian.

“Keempat pejabat tersebut adalah pegawai yang terpilih dari hasil seleksi terbuka Jabatan Tinggi Madya Kementerian Pertanian Tahun 2015,” kata mentan.

Menurutnya, pelantikan pejabat tinggi madya ini menjadi sangat penting dan strategis pada saat Kementerian Pertanian sedang melaksanakan tugas-tugas besar dalam percepatan pencapaian swasembada pangan. Tugas-tugas tersebut membutuhkan leadership yang tangguh di setiap unit eselon 1 untuk menggerakkan sumberdaya dalam rangka mencapai target swasembada pangan yang telah dicanangkan. (tety)