Menteri PPPA Minta Fasilitas Mudik Harus Ramah Ibu dan Anak

Sabtu, 11 Jul 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun 2015 diperkirakan mencapai 20 juta jiwa, termasuk anak-anak dan perempuan. Melihat kenyataan ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, meminta semua pihak terkait untuk menyediakan tempat peristirahatan yang ramah anak.

Fasilitas mudik seperti stasiun dan terminal dinilai belum ramah terhadap ibu dan anak. Meski sudah ada, fasilitas tersebut hanya diisi seadanya. Saat meninjau Stasiun Senen, Jakarta, Menteri Yohana Yembise melihat ruang khusus menyusui (laktasi) yang tersedia.

Menurutnya, fasilitas yang disediakan pengelola stasiun belum maksimal. Seharusnya ditambah kursi agar bisa lebih banyak ibu yang menyusui. Menteri juga tidak melihat ada kulkas agar ASI yang sudah diperas dapat disimpan.

“Dengan memperhatikan ketersediaan fasilitas seperti tempat bermain bagi anak dan ruang laktasi bagi ibu menyusui di tempat peristirahatan, momen mudik menjadi lebih bermakna,” kata menteri saat meninjau kesiapan arus mudik di Stasiun Senen dan terminal Kampung Rambutan, Jumat (10/7) sore.

Pada 5 Juni lalu, ia memang membuat Peraturan Menteri No 5 Tahun 2015 yang berlaku bagi instansi pemerintah dan swasta agar menyediakan sarana kerja yang responsif gender dan peduli anak di tempat kerja. Penyediaan sarana itu meliputi penyediaan ruang ASI, ruang penitipan anak (day care centre), fasilitas pelayanan kesehatan, serta sarana kerja lain yang menunjang.

Menteri juga mengingatkan para penyedia jasa dan layanan sewa angkutan untuk memperhatikan kesiapan kendaraan yang akan dipakai para pemudik agar benar-benar layak jalan dan menjamin keselamayannya dari berangkat sampai tujuan, dan sebaliknya.

Menteri menyakini dengan adanya kesadaran dari pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan dibandingkan ketergesaan, momen mudik akan terlaksana dengan lancar dan sangat menyenangkan.

Pemerintah, katanya, sangat mengapresiasi jika semua fasilitas mudik mempunyai ruang laktasi dan tempat penitipan anak. Dia juga mengimbau petugas stasiun lebih ramah pada perempuan, anak, dan lansia. Masyarakat yang rentan seperti lansia dan disabilitas harus diutamakan.

Kerjasama dari berbagai pihak terkait untuk membantu kelancaran dan kenyamanan dalam perjalanan mudik tersebut juga sangat membantu kenyamanan selama mudik.

Pemudik bermotor juga diimbau lebih berhati-hati. Jika pemudik menempuh jarak dekat maka diperbolehkan membawa anak dan istri, tentunya dengan berkendara secara hati-hati. Untuk jarak jauh, sebaiknya menumpang kendaraan roda empat.

Bagi mereka yang menempuh jarak jauh dan melelahkan saat mudik, istirahatlah sejenak di berbagai sarana peristirahatan sehingga bisa melanjutkan kembali perjalanan dengan lebih segar.

Mari kita bersama mewujudkan nuansa mudik yang aman dan nyaman agar dengan momen mudik ini kita semua dapat menguatkan kembali ketahanan keluarga demi terwujudnya keluarga-keluarga Indonesia yang lebih harmonis, bahagia, dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan,” harapnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015