Mentan Lantik 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Amran Sulaiman melantik 6 pejabat eselon II lingkungan Kementerian Pertanian. Amran berpesan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

“Saya berharap kepada seluruh pejabat yang dilantik supaya tidak main-main dalam menjalakan tugasnya, jangan sampai melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Tugas-tugas tersebut membutuhkan pejabat yang pekerja keras, memiliki komitmen yang tinggi, mempunyai jiwa leadership yang tangguh,” kata mentan, dalam pidatonya, Senin (13/7).

Adapun 6 pejabat yang dilantik adalah Muhrizal sebagai Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, Widi Hardjono sebagai Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, serta Laurensius Sihaloho sebagai Sekretaris Direktorat Jendral Tanaman Pangan.

Selain itu, Suwandi sebagai Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian atau Sekretaris Jendral, Fadjry Djufry sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta Dudi Gunadi sebagai Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jendral Perkebunan.

Mentan mengingatkan, Kementan tidak mungkin mencapai sasaran dengan pejabat yang cara bekerjanya biasa-biasa saja dalam menggerakan sumberdaya untuk mencapai target swasembada pangan.

Selama hampir 9 bulan, katanya, Kementan telah bekerja keras melaksanakan program upaya khusus Swasembada Pangan dan peningkatan produksi komoditas strategis padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging sapi/kerbau, dan gula.

“Alhamdulillah kinerja kita telah mengindikasikan keberhasilannya. Ditunjukkan pasokan pangan yang cukup stabil dengan tidak mengimpor, hambatan distribuso dan permainan perdagangan dapat kita redam. Semua itu tidak dapat kita lakukan jika kita bekerja biasa-biasa saja,” tegasnya.

Kepada para pejabat yang dilantik ini, mentan juga menekankan, harus ada peningkatan produksi kedelai, gula, daging, serta komoditas strategis lainnya seperti bawang merah, cabai, kopi, kakao, dan karet.

“Tantangan ke depan masih cukup berat, kekeringan di beberapa daerah, hambatan distribusi komoditi, serta situasi ekonomi dunia dan nasional yang belum kondusif. Untuk itu, perlu perjuangan dan kerja keras kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Amran meminta seluruh eselon II mempercepat penyerapan anggaran dan peningkatan produktivitas kerja, dengan serapan baik APBN murni maupun APBNP per Juli mencapai 60%. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!