4.5 C
New York
25/02/2021
Aktual

Menteri Yohana Membuka GPMB Expo dan Award 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, membuka Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya (GPMB) Expo dan Award 2015 yang diadakan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK0 dan CFCD (Corporate Forum for Community Development).

Even yang sebelumnya bernama Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) ini bentuk apresiasi kepada perusahaan dan lembaga mitra dalam memberdayakan masyarakat di wilayah melalui kegiatan Corporate Socal, Responsibility (CSR) dan Social Responsibility (SR) bagi lembaga.

Kalangan dunia usaha dan lembaga yang tergabung dalam CFCD memamerkan hasil-hasil karya binaannya melalui program CSR. Mulai dari hasil kerajinan tangan, busana, batik, sepatu, aksesoris, hasil daur ulang, pengolahan jamu, dan banyak lagi.

Dalam event bertema ‘Gerakan Desa untuk Masyarakat yang Lebih Berdaya, Berkarakter dan Berbudaya Menuju Indonesia Hebat’ ini, Menteri Yohana mengatakan potensi dana dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) mencapai Rp12 triliun per tahun.

“CSR sebesar itu belum dikelola secara maksimal, sehingga ke depan harus dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan mengembangkan perekonomian warga setempat,” katanya, saat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Kamis (30/7).

Potensi sebesar itu, katanya, diperhitungkan melalui perolehan sekitar 700 perusahaan, baik perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun jenis perusahaan swasta.

Karenanya, ia mengapresiasi kegiatan yang sudah ketujuh kalinya diadakan itu. Terlebih kegiatannya memiliki banyak tujuan, di antaranya untuk mewujudkan sarana informasi dan sosialisasi penyelenggaraan pemerintahan, koordinasi, dan sinkronisasi yang dikemas dalam visualisasi pameran dalam mendukung Gerakan Desa.

Tujuan lainnya adalah untuk membuka ruang interaksi antar-Kementerian dan lembaga terkait, termasuk dengan pemangku kepentingan lain seperti pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat.

Dari kegiatan ini juga akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat dari berbagai daerah, karena masing-masing daerah menampilkan produk unggulan sehingga produk tersebut dapat dikenal secara luas.

Dalam kesempatan itu Yohana juga mengatakan berdasarkan UU Nomor 6 tahun 2014, semua desa di Indonesia kini memiliki keleluasaan dalam memajukan desa masing-masing karena mendapat alokasi dari APBN untuk membangun desa sesuai dengan kearifan desa.

Saat ini di Indonesia terdapat 74.093 desa. Semua desa tersebut sekarang sudah menerima ratusan juta dari APBN dan secara bertahap akan menerima sebesar Rp1 miliar per tahun, bahkan ada beberapa desa yang memungkinan menerima Rp5 miliar per tahun seperti di Kabupaten Bandung, Jabar dan Kabupaten Bengkalis, Riau, katanya.

Melalui APBN 2015, sebanyak 74.093 desa tersebut menerima anggaran senilai Rp20,766 triliun. Jika dibagi rata, maka setiap desa menerima 247 juta, namun pembagiannya tidak dilakukan merata karena menyesuaikan dengan luas desa, jumlah penduduk, kawasan perbatasan, hingga letak geografis yang terpencil. (tety)

Related posts

WHO: Penderita Kanker Bisa Capai 24 Juta Orang pada 2035

Tety Polmasari

Seragam Baru Gapura Angkasa: ‘Sinergi Sejagad’ Karya Musa Widyatmodjo

Tety Polmasari

Separuh Hidupnya Mengabdi untuk Urusan Produk Halal

Tety Polmasari

Leave a Comment