Perlunya SDM Pengelolaan Ikan Hias Berkelanjutan yang Tersertifikasi

Jumat, 7 Agu 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia sangatlah pantas disebut sebagai sentra ikan hias tropika dunia, karena memiliki ikan hias cantik dengan warna dan bentuk yang beragam. Sedikitnya 240 jenis ikan hias laut dan 226 jenis ikan hias air tawar tersedia di Indonesia.

Beberapa jenis ikan hias air tawar bahkan tergolong spesies asli dan langka, tidak terdapat di negara lain. Sebut saja Arwana, Botia, Balashark, dan Rainbow Irian. Selain itu, berbagai macam ikan hias yang ada di dunia dapat dengan mudah dipijahkan dan dibesarkan di sini.

“Sayangnya, fakta menunjukan banyaknya ikan hias yang telah punah dan menurun kualitasnya,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Suseno Sukoyono, dalam media gathering dan halal bi halal dengan Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI), di Jakarta, Jumat (7/8).

Pertemuan tersebut membahas tentang pengembangan SDM dalam pengelolaan ikan hias dan karang laut yang berkelanjutan.

“Pengelolaan dan pemanfaatan ikan hias dan karang hias laut perlu memperhatikan prinsip-prinsip berkelanjutan karena mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan, pada hakekatnya adalah mengelola SDM-nya,” tambahnya saat memaparkan ‘Pemanfaatan dan Perdagangan Ikan Hias dan Karang Hias Laut yang Berkelanjutan’.

Ia menyebutkan, berdasarkan data, kualitas induk ikan hias air tawar mulai menurun ditandai dengan tingkat mortalitas tinggi dari 5% menjadi 20%. Demikian juga kualitas anakan menurun, ditandai pertumbuhan lambat dari 1,5 bulan menjadi 2 bulan lebih, warna menjadi lebih pudar, sehingga terjadi penurunan harga jual.

Beberapa contoh ikan hias asli Indonesia yang perlu pemuliaan induk antara lain rainbow boesemani, rainbow biru, dan furcata. Sementara ikan hias yang bukan asli dari Indonesia perlu juga dilakukan pemuliaan induk, seperti corydoras panda, corydoras sterbai, corydoras albino, palmas albino, neon tetra, dan discus.

Untuk itu, DIHI menyampaikan rekomendasi antara lain pemerintah dalam hal ini pusat-pusat riset perikanan agar membantu pembudidaya ikan hias dengan penyediaan indukan yang berkualitas.

Pemerintah juga perlu memberikan izin tangkap indukan untuk pemuliaan, dan pemerintah juga perlu memberikan izin impor indukan untuk ikan non asli Indonesia. (tety)