Penerbit Lily & Eddy Ikut Tampil di Frankfurt Book Fair 2015

BANNER-DIDGIT COBBLEHEART-300X250

JAKARTA (Pos Sore) – PT Panen Cipta Kreasi Perkasa, yang juga dikenal sebagai Lily & Eddy, siap menampilkan buku-buku terbaik mereka di Frankfurt Book Fair (FBF) pada 14-18 Oktober 2015 di Frankfurt, Jerman.

Lily & Eddy, satu dari 33 penerbit Indonesia yang yang terpilih mewakili Indonesia. Mereka terpilih karena mewakili keberagaman jenis buku di Indonesia, dari art books, buku anak, humaniora, hingga sastra

“Ini menjadi tamu kehormatan dan suatu kebanggaan karena dapat memperkenalkan lebih banyak buku dari Indonesia kepada dunia internasional. Selain itu, mengasah para penerbit agar dapat meningkatkan industri buku di dalam negeri,” kata Marketing Director Lily & Eddy, Helena Muljanto, di Jakarta, Senin (31/8).

Helena menambahkan, setiap co-exhebitor diwajibkan mengirimkan 2 orang pada pameran buku tertua dan terbesar di dunia tersebut. Pihak Lily & Eddy pun telah mempersiapkan banyak hal untuk memeriahkan pameran buku yang dihadiri lebih dari 132 negara itu.

Di antaranya, melakukan kerjasama dengan pengrajin, maupun musik dan kesenian lainnya. Melalui karakter Didgit Cobbleheart produk-produk kerjasama tersebut akan dipromosikan keunikan-keunikan yang dilestarikan di Indonesia seperti musik tradisional Sasando.

“Didgit Cobbleheart mau membangun image Indonesia di luar negeri, terlebih pameran tersebut dikunjungi lebih dari 260 ribu pengunjung dan 62 persennya adalah pelaku utama industri perbukuan, ” tegasnya sumringah.

Ia mengatakan, sebenarnya, penerbit Indonesia ada sekitar 1400-an. Dari total ini, ada 33 penerbit terpilih untuk ikut berpameran di sana. Karena terpilih, jelas mereka tidak diharuskan membayar booth lagi. Lily & Eddy sendiri berada di hall 3.0 K 117.

Indonesia patut berbangga menjadi tamu kehormatan dalam ajanng FBF mengingat Indonesia hanya memerlukan waktu 5 tahun untuk menjadi tamu kehormatan, sementara negara lain membutuhkan waktu yang lama. Indonesia pun mendapatkan luas total paviliun dan stan nasional lebih dari 2.500 meter persegi.

Dalam lima hari penyelenggaraan, tiga hari awal akan berfokus pada pertemuan bisnis antarpenerbit dan dua hari berikutnya akan diperuntukkan bagi publik. Dalam FBF kali ini, para penerbit Indonesia akan berfokus mempromosikan dan menjual sebanyak mungkin hak cipta buku-buku Indonesia.

Ketua Komite Nasional Goenawan Mohamad, berpendapat, Frankfurt Book Fair 2015 menjadi titik balik para penerbit Indonesia sekaligus awal perubahan. Jika sebelumnya penerbit Indonesia datang ke pekan raya ini untuk membeli hak cipta, kini mereka bisa mulai melihat peluang untuk menjual hak cipta.

“Bila mereka selama ini kurang memperhatikan pasar internasional, kini mereka bisa melihat bahwa selera pasar internasional bisa jadi standar baru pasar dalam negeri yang makin canggih,” ujar Gunawan.

Pameran buku internasional di Jerman ini sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun. Seteleh perang dunia ke-2, pameran ini dihidupkan kembali dan merupakan peristiwa besar dalam dunia perbukuan. Dalam pameran di Frankfurt, penerbit, penulis, penjual dan agen buku dapat bertatap muka secara langsung.

Rangkaian kegiatan FBF 2015 sendiri telah dilakukan sejak Maret 2015 hingga puncak acara FBF pada 14-18 Oktober 2015 di Frankfurt, Jerman.

Frankfurt Book Fair (FBF) di Jerman memang dikenal sebagai ajang rimba buku. Para profesional industri buku dunia, baik format cetak maupun digital, berkumpul untuk menampilkan kreasi-kreasi terbaru mereka. Para penerbit, penjual, agen, produser film sampai penulis buku juga turut berpartisipasi. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!