Smesco Festival 2015, Icon dan Identitas Produk KUKM

Senin, 28 Sep 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Guna mempromosikan produk unggulan KUKM, Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Smesco Festival ke-13 Tahun 2015 pada 1-4 Oktober 2015. Smesco Festival kali ini juga akan memamerkan produk-produk unggulan KUKM Indonesia pilihan kurator profesional di bidangnya.

“Smesco Festival ke-13 ini untuk mendukung perwujudan Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, yaitu, menumbuhkembangkan produktivitas dan daya saing KUKM,” kata Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM Agus Muharram, di Jakarta, Senin (28/9).

Menurut Agus, penyelenggaraan even kali ini telah diperbaharui dan ditingkatkan kualitasnya sehingga berbeda dengan pameran-pameran sejenis. Perbedaan yang dimaksud, di antaranya produk dipamerkan berdasarkan paviliun.

Paviliun Icon, misalnya, diisi dengan produk bermuatan kekayaan alam Indonesia seperti limbah kayu yang dibuat menjadi lighting interior. Hasil limbah kayu ini sudah punya pasar tetap di Eropa dan Kanada.

Atau juga Paviliun Heritage, yang produk-produk di dalamnya bisa menjadi sumber inspirasi pengembangan produk. Ada 75 produk warisan budaya hasil karya empu dan seniman leluhur yang diterjemahkan dalam produk kekinian. Semisal kain Grinsing.

Ada juga paviliun yang menampilkan produk unggulan dari 44 UKM dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Contoh, batik tulis halus nomor satu dari Solo dengan harga hanya Rp1,5 juta.

“Untuk produk-produk negara lain dari Asean, Hongkong, Korea, Taiwan, Pakistan, dan India juga disediakan paviliun khusus. Produk-produknya perspektif berdaya saing di era MEA,” tambah Agus.

Paviliun lainnya, yaitu paviliun premium dengan tema kualitas dan kepuasan terjamin dari 50 UKM, paviliun anak muda kreatif, dan paviliun daerah yang bertema ‘semua ada di sini’. Khusus paviliun daerah akan menampilkan produk-produk unggulan dari 34 provinsi, di antaranya Jabar (34 booth), Jatim (31 booth), dan Jateng‎ (17 booth).

“Produk beragam mulai dari pakaian, perlengkapan household sampai makanan yang jarang ditemui di Jakarta. Saatnya belanja batik tanpa harus ke Yogya, beli home deco suku Kamoro tanpa harus ke Papua,” papar Agus.

Dalam Smesco Festival kali ini juga menampilkan paviliun bursa dan klinik konsultasi bagi KUKM untuk meningkatkan daya saing.

‎”Smesco Festival diharapkan menjadi ikon dan identitas pameran KUKM Indonesia yang selalu ditunggu-tunggu,” tambahnya.

Deputi Pemasaran dan Pengembangan Jaringan Usaha Kemenkop UKM Emilia Suhaimi, menambhakan, ajang kali ini akan lebih menitikberatkan pada bisnisnya. Karenanya, klinik dan konsultasi pendampingan yang ada akan memberikan solusi bagi KUKM untuk meningkatkan daya saing, termasuk konsultasi dalam mengakses dana perbankan.

Emilia menambahkan, Smesco Festival kali ini diikuti 780 peserta dari koperasi, UKM, mitra usaha UKM, pelaku bisnis luar negeri, dan sebagainya. Pengunjung yang diharapkan adalah buyer, investor, dan perwakilan dagang asing. Begitu juga distributor, agen, swasta, dan komunitas UKM.

“Transaksi kita prediksi mencapai Rp21 miliar, naik 5% dibanding tahun 2014 yang sebesar Rp20 miliar,” harapnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015