Pekerja Mutlak Dilindungi Jaminan Sosial

Rabu, 30 Sep 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja untuk menjaga tingkat kesejaheraan dan meminimalisasi adanya konflik dalam hubungan industrial.

Humas Kemnaker dalam siaran persnya yang diterima Redaksi Possore.com, Rabu (30/9) menyebutkan pernyataan menaker dalam forum Asia Seminar on Social Dialogue (ASEM) yang digelar di Bali 30/9 sebagai tindak lanjut dari beberapa forum kerjasama internasional tentang pentingnya perlindungan sosial yang menjadi sorotan dunia khususnya kalangan ASEAN.

Menyitir pernyataan Menaker Hanif Dakhiri, dijelaskan bahwa perlindungan sosial meliputi empat hal yakni kesejahteraan sosial, jaring pengaman sosial, asuransi sosial, dan intervensi pasar kerja aktif. Perlindungan sosial juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menstabilkan kondisi sosial dan kinerja ekonomi, serta berkontribusi untuk peningkatan daya saing usaha.

Menambahkan pernyataan itu, Dirjen Pembinaan Hubungan Indutrialdan jaminan Sosial Kemnaker RI, Haiyani Rumondang mengatakan dalam konteks jaminan sosial, berdasarkan data-data yang diterbitkan oleh ILO, saat ini hanya 20 persen dari populasi dunia memiliki cakupan jaminan sosial yang memadai, padahal sebagian besar masyarakat menghadapi bahaya di tempat kerja. Bahkan sejumlah negara belum menerapkan jaminan pensiun dan asuransi kesehatan yang memadai.

Belajar dari krisis ekonomi global baru-baru ini, katanya, peran kerjasama tripartit sangat penting dalam menstabilkan dunia usaha. Dengan kerjasama tripartit, maka pemerintah, pekerja dan pengusaha dapat menjalankan kepentingan bersama dalam penerapan jaminan sosial dan keberlangsungan pengembangan usaha.

Haiyani berharap agar seluruh pemangku kepentingan berperan aktif dan memberikan masukan kepada pemerintah mengingat pentingnya peran pemerintah dalam memberikan jaminan sosial bagi pekerja dalam negeri maupun bagi pekerja antar negara di wilayah Asia dan Eropa, sehingga manfaat dari jaminan sosial tersebut dapat dinikmati oleh pekerja. (hasyim)