Ahmadi Noor Supit Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Kamis, 1 Okt 2015
Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang diselenggarakan Anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI, Ahmadi Noor Supit di Balai Pertemuan Bupati Hulu Sungai Tengah, Barabai, Kalimantan Selatan.Foto:Kirman.

KALIMANTAN SELATAN (Pos Sore) –Kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini masih memprihatinkan. Di sejumlah daerah masih terjadi kekacauan, kerusuhan antar kelompok masyarakat, tawuran antar pelajar, demonstrasi yang menjurus anarkisme, serta tingginya angka kriminalitas.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukan kian pudarnya pemahaman serta implementasi terhadap makna Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Pudarnya nilai-nilai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di masyarakat mengakibatkan runtuhnya nilai-nilai persatuan, rasa nasionalisme, patriotisme serta hilangnya rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara,” tutur Ir. H. Umar Ma’ruf.

Ia menegaskan hal itu dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang diadakan Anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI, Ahmadi Noor Supit di Balai Pertemuan Bupati Hulu Sungai Tengah, Barabai, Kalimantan Selatan. Hadir dalam acara ini Bupati Hulu Sungai Tengah beserta jajarannya serta para tokoh masyarakat.

Umar mengingatkan, semua fenomena negatif yang selama ini ada harus diakhiri dengan membangkitkan semangat serta pengetahuan mengenai pentingnya Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

“Dengan adanya sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dari MPR RI, kita mendapat pengetahuan sebagai bekal kedepan dalam mendampingi dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan NKRI,” ujarnya.

Umar menambahkan, revitalisasi, reaktualisasi dan transformasi nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Yaitu, Pancasila sebagai dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa; UUD 1945 sebagai landasan kostitusional dalam bernegara; NKRI sebagai konsensus yang harus dijaga keutuhannya serta Bhineka Tunggal Ika sebagai semangat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, harus senantiasa dilakukan meskipun di dalam masyarakat terdapat berbagai perbedaan.

“Maka melalui revitalisasi, reaktualisasi dan transformasi nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, kita diingatkan dan ditumbuhkan kembali tentang cita-cita luhur para pendahulu kita, tentang konsepsi pendirian negara kita, bahwa kita adalah bangsa yang besar dengan berbagai perbedaan, keberagaman yang harus disyukuri dan diikat dengan nilai-nilai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” papar Umar.

Umar berharap semua pihak bisa berperan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sehingga terdapat sinergi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Keempat pilar ini perlu terus diingatkan oleh pejabat di seluruh tingkat, mulai dari rukun tetangga, rukun warga, kepala desa, camat, lurah bupati,walikota, gubernur, menteri hingga presiden. Begitu pula dengan partai politik yang selama ini terkesan hanya sibuk dengan orientasi kekuasaan,” tegasnya. (btp)