11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Dakker Makkah Minta Hasil Sidik Jari Jenazah Haji Indonesia

korban

JAKARTA (Pos Sore) — Pihak Daerah Kerja Makkah saat ini sedang meminta kepada pihak otoritas Muaishim agar dapat mengeluarkan seluruh data hasil sidik jari jenazah jamaah haji Indonesia yang telah mereka identifikasi.

“Kami secara khusus minta ke pihak mereka tolong dikeluarkan dari hasil sidik jari, nama jamaah yang berasal dari Indonesia. Di dalamnya tercakup data nomor visa jamaah haji dan ada nomor kedatangan atau (roqmud-dukhul) bagi WNI yang tinggal di Arab Saudi,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, Senin (5/10).

Menurut Arsyad, setiap jenazah yang dikeluarkan dari kontainer dilakukan tiga tahapan proses, yaitu pengambilan foto, pengambilan sidik jari, dan pengambilan sample DNA. Artinya, lanjut Arsyad, setiap jenazah sebenarnya sudah diidentifikasi semua oleh pihak Arab Saudi. Terlebih lagi jamaah atau korban yang sudah dimakamkan karena menurut Arsyad, pihak Saudi tidak akan mungkin memakamkan jenazah sebelum jelas identitas atau hasil identifikasinya.

Arsyad Hidayat mengatakan bahwa keberadaan hasil sidik jari ini penting untuk memudahkan proses identifikasi jenazah jamaah haji Indonesia. Apalagi saat ini proses yang dilakukan sudah tidak lagi melalui pengamatan foto, tapi langsung mengidentifikasi dokumen jenazah.

“Kita juga sudah meminta dokumen hasil sidik jari jamaah. Itu dari sisi presisi lebih meyakinkan lagi sebab di sana ditulis nama, asal negara, nomor visa atau nomor kedatangan bagi WNI yang ke Arab Saudi,” terang Arsyad.

Dengan mendapat dokumen nomor visa maka kita bisa langsung mengcrossceck ke data Siskohat karena seluruh data jamaah haji yang masuk ke Arab Saudi itu terekap nomor visanya pada data Siskohat kita, tambah Arsyad.

Terkait sinergi dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes POLRI, Arsyad berharap keberadaan tim DVI dapat mempercepat proses identifikasi karena mereka sudah difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk dapat mengakses RS Muashim atau tempat pemulasaraan jenazah di Muaishim secara langsing.

“Sehingga diharapkana proses identifikasi jamaah haji wafat yang saat ini masih kita terus lakukan pencarian itu bisa didapatkan segera,” tandasnya. (tety)

Related posts

Anang: Cawapres Kurang Tajam Eksplorasi Gagasan Kebudayaan

Akhir Tanjung

Vietnam Temukan Pintu Pesawat yang Hilang

Tety Polmasari

Perum Jamkrindo-Bank Jatim Teken MoU Penjaminan Kredit

Tety Polmasari

Leave a Comment