Cemarkan Nama Baik, Dirut PT Yong Karisma Jaya Dituntut 6 Bulan Penjara

Rabu, 14 Okt 2015
Yongky alias Liem Tjie Liong, Dirut PT Yong Karisma Jaya

JAKARTA (Pos Sore) – Perkara pencemaran nama baik yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Cianjur semakin mengerucut. Jaksa Penuntut Umum, Hendiko, membacakan tuntutan dengan materi dakwaan pencemaraan nama baik di PN Cianjur, yaitu menuntut hukuman subsider enam bulan kurungan penjara kepada Direktur Utama PT Yong Karisma Jaya, Yongky alias Liem Tjie Liong, terdakwa pencemaran nama baik saudara Nyoman Yudi Saputra selaku korban dan sebelumnya adalah Direktur Satu pada perusahaan tersebut.

“Berdasarkan isi Pasal 310 dan Pasal 311 pada Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) serta dua alat bukti, menuntut hukuman kurungan enam bulan penjara kepada Yongky alias Liem Tjie Liong selaku direktur utama PT Yong Karisma Jaya, beralamat di Cianjur Jawa Barat,” kata Jaksa Penuntut Umum Hendiko, Selasa (13/10) di hadapan Ketua Hakim, Lenny Wati Mulasimadhi, SH.,MH.

Hendiko menambahkan, alat bukti guna menjerat Yongky, yaitu adanya tindakan berisi pencemaran nama baik Nyoman Yudi Saputra dengan sejumlah saksi dari pihak ketiga yang melihat dan mendengarkan tindakan pencemaran nama baik Yudi.

“Tuntutan kurungan penjara itu berdasarkan alat bukti yang sangat cukup. Tuntutan enam bulan diberikan atau 2/3 dari hukuman maksimal yaitu sembilan bulan. Ini sebagai efek jera agar Yongky tidak mengulangi perbuatannya,” papar Hendiko saat berbincang kepada pewarta.

Usai persidangan, wakil panitera PN Cianjur, Harif Jauhari SH. MH., mengatakan, dakwaan yang terbukti dalam tuntutan sudah sesuai dengan pasal 310 Ayat 1, adapun tentang biaya persidangan, ongkos perkara dibebankan sebesar Rp.3000.

Kuasa Hukum Yongky, Karnaen, mengajukan waktu selama satu minggu guna mengajukan pembelaan, waktu terhitung, sejak tuntutan dibacakan jaksa penuntut umum. “Kami akan mengadakan pembelaan, tunggu saja, ini pasal yang diberikan tidak sesuai fakta,” kata Karnaen.

Perkara pencemaran nama baik korban Nyoman Yudi Saputra, bermula pada Januari hingga Februari tahun lalu. Saat itu, Yongky melakukan tindakan tidak dibenarkan dan menyampaikan sejumlah fitnah kepada pihak ketiga, serta memasang pengumuman dilingkup perusahan.

Dirut PT Yong Karisma Jaya itu diketahui pula mengedarkan informasi kepada publik akan dugaan korupsi serta Yudi tidak lagi menjabat sebagai Direktur Satu.

Informasi yang telah mencemarkan nama baik Nyoman Yudi Saputra, yang diedarkan seusai perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Januari 2014 lalu.

Dalam gelar perkara diketahui dugaan korupsi yang disampaikan Yongky tidak memiliki bukti kuat dan tidak beralasan.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada Kamis (15/10) dengan materi mendengarkan pendapat ahli pidana melalui pihak Jaksa penuntut umum. (tety)