Hanya 20 Persen Negara Berkembang Memiliki Jaminan Sosial

Selasa, 20 Okt 2015

JAKARTA (Pos Sore) —   Menaker M Hanif Dakhiri mengatakan jaminan sosial bagi masyarakat umum dan kalangan pekerja berlaku universal di seluruh dunia sebab jaminan sosial telah diamanatkan dalam regulasi Internasional yakni Konvensi ILO dan PBB sebagai hak dasar.

”Jaminan sosial berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan konsensus sosial dalam skala yang luas. Jaminan sosial juga mendukung pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial dan kontribusi untuk peningkatan daya saing usaha,” kata Hanif saat membuka Workshop Dan Konferensi Organisasi Serikat Pekerja Jaminan Sosial Sedunia Yang Digelar Di Bali, Selasa (20/10) yang dihadiri delegasi-delegasi serikat pekerja dari berbagai negara di belahan dunia,

Dia menjelaskan, secara umum perlindungan sosial meliputi empat hal, yaitu kesejahteraan sosial, jaring pengaman sosial, asuransi sosial, dan intervensi pasar kerja aktif. Konsep tersebut termasuk jaminan sosial (social security).

Dalam konteks Jaminan Sosial, lanjutnya, sesuai data ILO, saat ini hanya 20 persen dari populasi dunia memiliki cakupan jaminan sosial yang memadai. Akibatnya pekerja dihadapkan pada bahaya di tempat kerja, dan tidak adanya jaminan pensiun dan asuransi kesehatan di negara-negara yang tidak menerapkan sistem perlindungan soaial.

Situasi ini mencerminkan bahwa di negara-negara yang berkembang, pekerja yang dilindungi oleh Jaminan Sosial di bawah 10 persen. Di negara-negara berpenghasilan menengah, cakupannya berkisar 20-60 persen, sedangkan di sebagian besar negara-negara industri hampir 100 persen.

Oleh karena itu, kata Hanif peranan kerjasama Tripartit (pemerintah, pekerja dan pengusaha) harus mendukung kepentingan bersama dalam penerapan jaminan sosial dan keberlangsungan pengembangan usaha. Pemerintah, pengusaha dan pekerja harus secara kontiniu melakukan dialog sosial dengan jujur, terbuka dan dengan visi yang sama.

Intinya, Pemerintah, pengusaha dan pekerja secara bersama-sama mampu menciptakan iklim usaha dan investasi yang sehat, khususnya dalam era globalisasi ekonomi, perdagangan bebas, dan persaingan usaha yang sangat kompetitif. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015