Kepesertaaan Jaminan Pensiun Capai 3,9 Juta Pekerja

Selasa, 20 Okt 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Kesadaran pengusaha dan pekerja untuk mengikuti program jaminan sosial terutama Jaminan Pensiun, terus meningkat. Hal ini tercermin dengan peningkatan jumlah kepesertaan yang naik secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Data kepesertaan sampai Oktober 2015, tercatat peserta aktif jaminan pensiun sudah mencapai 2.901 perusahaan dan 3,9 juta tenaga kerja.

Pemerintah bertekad terus mendorong peningkatan jumlah pekerja formal dan informal yang mengikuti program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh.

Ketika membuka membuka Workshop Dan Konferensi Organisasi Serikat Pekerja Jaminan Sosial Sedunia Yang Digelar Di Bali, Selasa (20/10) yang dihadiri delegasi-delegasi serikat pekerja dari berbagai negara di belahan dunia,
Menaker Hanif mengatakan SJSN merupakan salah satu instrumen dari pemerintah Indonesia dalam upaya untuk meningkatkan kualitas perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat umum, termasuk pekerja formal dan informal.

“Dengan terselenggaranya ada program kecelakaan kerja, program kematian, program jaminan hari tua dan program pensiun di bawah BPJS Ketenagakerjaan serta adanya Jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan, kita optimis perlindungan dan kesejahteraan pekerja terus meningkat,” kata Hanif.

Namun dalam mewujudkan kualitas jaminan sosial yang lebih baik itu, kata Hanif, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan dalam masa transisi ekonomi informal ke ekonomi formal.

Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia pekerja di sektor informal, pemeriontah Indonesia mendorong percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan percepatan sertifikasi kompetensi. (hasyim)