10.8 C
New York
13/05/2021
Aktual

Alumni STIA LAN Harus Berperan Aktif dalam Reformasi

adi-suryanto

JAKARTA (Pos Sore) – Pelayanan publik telah lama mendapat sorotan. Terlebih akhir-akhir ini. Komitmen perbaikan pelayanan telah ditunjukkan, misalnya dengan menetapkan waktu pelayanan dari 50 hari menjadi 7 hari, dan bahkan menjadi dalam 3 jam.

Karenanya, Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si, meminta para alumni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) berperan secara aktif dalam reformasi. Menjadi inisiator, motor, dan pelaku perubahan di instansi masing-masing.

“Para alumni telah memenuhi standar mutu yang diberlakukan di STIA LAN Jakarta. Standar mutu diperlukan untuk memastikan agar proses dan output pendidikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan akan aparatur profesional saat ini dan ke depan,” katanya saat memberikan sambutan pada wisuda Program Sarjana ke-52 dan Program Magister ke-13 STIA LAN Jakarta, di Jakarta, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan itu, sebanyak 483 wisudawan dikukuhkan sebagai lulusan Program Sarjana dan Program Magister. Dengan wisuda ini dinilai STIA LAN mampu meningkatkan kompetensi sekaligus integritas aparatur negara melalui pendidikan berjenjang.

STIA LAN sebagai salah satu bagian dalam sistem pemerintahan, khususnya menyangkut peningkatan kompetensi aparatur dinilai mampu mencapai Nawa Cita (9 Agenda Prioritas) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Karena itu, kata dia, penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan. Tidak saja penyelarasan (alignment) dengan kebutuhan jangka menengah, tetapi juga lebih dari itu, karena perubahan harus bersifat antipatif.

“Dalam konteks itu, analisis kebijakan menjadi salah satu bidang dan kompetensi yang dibutuhkan dan akan terus dibutuhkan karena setiap kebijakan mengalami siklus berupa agenda setting – formulation – adaption – implementation – evaluation – change – termination,” paparnya.

Itu sebabnya, sejak 2014 telah dibentuk jabatan fungsional Analisis Kebijakan dengan LAN sebagai instansi pembina yang secara teknis dikelola oleh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Analisis Kebijakan.

“Tentu saja, STIA LAN dapat bersinergi, baik terkait dengan pembelajaran konsep teoritis maupun penelitian,” ujarnya.

Kepala LAN mengingatkan agar STIA LAN harus peka dan cermat dalam mengenali perubahan-perubahan dan arah perkebangan, serta mengidentifikasi kebutuhan kompetensi aparatur yang dapat dipenuhi oleh STIA LAN. Dengan kata lain, perubahan STIA LAN harus relevan.

“Saya mengetahui selama ini STIA LAN telah melakukan perubahan dan pengembangan berkelanjutan, tetapi perubahan kali ini dituntut lebih mendasar, yaitu tranformasi dari STIA LAN sebagai penyelenggara pendidikan akademik menjadi penyelenggaraan pendidikan vokasi atau terapan sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi,” katanya.

Menurutnya, transformasi tersebut bukan berarti mengecilkan peran STIA LAN, tetapi justru akan memperjelas, mempertegas, dan memperluas peran STIA LAN, serta penyiapan dan peningkatan kompetensi aparatur negara.

Tranformasi tersebut juga sangat relevan karena mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan ASEAN University Network (AUN). Bahkan juga National Association of Schools of Public Affairs and Administration/Commission on Peer Review and Accreditation (NASPAA/CPPRA 2006), The European Association for Public Administration Acreditation (ASPAA, 2006).

Termasuk juga International Association of Schools and Instutes of Administration (IASIA) dan United Nation Public Administration Network (UNPAN). (tety)

Related posts

Pelajar SMPN 3 Manggarai Terima Kacamata Gratis dari Standard Chartered

Tety Polmasari

Selama Pandemi Covid-19, Pemprov NTB Gandeng UKM Untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Akhir Tanjung

3 Penodong Sopir Truk Dibekuk

Tety Polmasari

Leave a Comment