17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Presiden PPB Sesalkan Keputusan Presiden Jokowi

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Partai Pemersatu Bangsa (PPB), DR.H.Eggi Sudjana, SH, M.Si, menyesalkan keputusan Presiden Joko Widodo yang tetap akan melakukan kunjungan kerja ke negara Paman Sam di tengah jeritan anak bangsa yang terkepung asap mulai dari Sabang hingga Merauke.

Eggi mengatakan, Presiden Jokowi seharusnya mengedepankan kepentingan bangsa yang saat ini belum terlepas dari kepungan asap akibat pembakaran hutan di se antero tanah air. “Papua yang beberapa bulan lalu aman-aman saja, kini sudah mulai terkepung asap akibat pembakaran hutan secara ilegal,” ujar Eggi.

Penderitaan warga Papua memperpanjang derita warga Indonesia akibat asap, sampai-sampai seorang anak SD menuliskan jeritannya di sosial media ‘Bunuhlah kami dengan bom nuklir, dari kami mati pelan-pelan karena asap’.

Mestinya, Presiden Jokowi peka dengan curhatan anak-anak tersebut. Bukannya mengutamakan kunjungannya ke Amerika Serikat. “Contohi kepemimpinan Presiden Obama yang membatalkan kunjungannya ke Asia karena negaranya dihadapkan kondisi ekonomi yang merosot tajam,” Kata Eggi.

Menurut Eggi, asap pekat sudah mulai memasuki Jakarta, harusnya Jokowi fokus menangani soal Asap. Apalagi jika dikutip dari beberapa media nasional kemarin, susunan agenda dari White House tidak ada jamuan makan kenegaraan layaknya kunjungan kepala negara yang dianggap penting.

Keluhan kesehatan dan terganggunya jadual pendidikan di beberapa provinsi akibat asap bahkan berujung pada niat beberapa daerah untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, politisi Partai Demokrat Riau itu berencana keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keinginan itu dikemukakan Noviwaldy lewat akun facebook-nya.

Seperti dikutip dari Facebook Noviwaldy Jusman, Jumat (23/10), Noviwaldy menulis pada 21 Oktober 2015, pukul 18.29 WIB: Asap pekat sedang menuju ke arah kita.makin semakin parah..sementara awan tidak ada sama sekali..ya Allaah ampuni kami…hanya dengan seizin dan pertolongan Mu semua ini bisa berakhir…kami tak sanggup..rumah kami sudah dipenuhi asap.

Pada hari yang sama, pukul 19.40 WIB, Noviwaldy mem-posting: Pak Ketua Umum YTH..Bp Susilo-Bambang Yudhoyono Sby..Ijin saya ikut mendeklarasikan keluar dari NKRI Pak..kami sudah tak tahan lagi…

Postingan itu mengundang reaksi beragam dari para pengguna Facebook. Hingga Jumat (23/10), terdapat 143 komentar terkait posting-an ini. Bahkan hingga Jumat (23/10) pukul 10.38 WIB, posting dari Noviwaldy telah di-share oleh 269 pengguna Facebook dan disukai oleh 265 pengguna Facebook.

 Asap pekat sedang menuju ke arah kita. makin semakin parah..sementara awan tidak ada sama sekali..ya Allaah ampuni kami…hanya dengan seizin dan pertolongan Mu semua ini bisa berakhir…kami tak sanggup..rumah kami sudah dipenuhi asap.

“Teriakan warga Riau itu mestinya membangkitkan empati Presiden Jokowi. Kalau memang dia seorang negarawan, dia akan menunjukkan empatinya,” tegas Eggi.

Bencana kabut asap telah merenggut dua nyawa bocah kecil di Negeri Seribu Parit, kedua bocah tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Muliya (12) dan Andri Yanto (6), sebelum meninggal dunia, mengalami sesak nafas dan sempat beberapa hari menjalani perawatan. Namun nyawa kedua bocah tersebut tidak bisa diselamatkan.

Dari Bandung Banon Kumaladewi dalam tautannya di sosmed menyebutkan,  kota Bandung sudah dua hari ini  dikepung kabut asap tebal. Bahkan Jumat (23/10) kemarin, penerbangan yang dari dan akan ke Bandara Husein Sastranegara Bandung terganggu. Beberapa penerbangan pun mengalami delay hingga beberapa jam.

Dia mengatakan sejauh mata memandang di Jembatan Layang Pasupati, Bandung, ke arah selatan misalnya. Asap polutan seperti berputar-putar di langit Bandung. Asap mengepul mengganggu jarak pandang. Pemandangan ini tentu tidak seperti biasanya. Beberapa warga yang melintas di Jembatan Pasupati tidak sedikit menepi untuk mengabadikan adanya kabut tersebut. (hasyim)

Related posts

Menaker Hanif Sidak Yayasan Penyalur Pembantu Rumah Tangga

Tety Polmasari

Susu Murni, Ini Lima Ciri yang Harus Diketahui

Tety Polmasari

Essentials of a Multimedia Business

Tety Polmasari

Leave a Comment