Terdakwa Erick Limar Akui Perbuatannya

Sabtu, 31 Okt 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Salah satu pemegang saham PT Yong Karisma Jaya, Erick Limar, yang duduk sebagai terdakwa dalam sidang perkara pidana pencemaran nama baik mengakui perbuatannya di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis (29/10) di Cianjur.

Sidang dengan materi persidangan mendengarkan keterangan saksi yang juga terdakwa, M. Hari Wibowo atas terdakwa dan saksi Erick Limar, ini dipimpin ketua hakim Lenny Wati Mulasiwadhi, SH, MH.

Dalam kesaksiannya, Heri Wibowo, yang bekerja di bidang Informasi Teknologi (IT) dalam perusahaan tersebut mengaku, dirinya disuruh Erick Limar untuk menyebarkan surat edaran yang dilampirkan melalui alamat email perusahaan.

“Saya diperintahkan menscan lampiran dengan judul surat edaran untuk dikirim via email perusahaan. Setelah mengirim lewat email, saya tidak tahu lagi kelanjutannya. Surat itu ditujukan kepada Sales costumer yang bernama Riswanto atas sepengetahuan saudara Erick Limar,” papar Hari Wibowo di hadapan majelis hakim.

Saat dikonfirmasi majelis hakim, terdakwa Erick Limar mengaku apa yang disampaikan saksi Heri Wibowo adalah benar. Erick menambahkan dirinya pun menyampaikan secara lisan kepada seluruh pelanggan perusahaan usai rapat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bahwa kegiatan marketing ada dalam kendalinya, bukan lagi kepada Nyoman Yudi Saputra, korban pencemaran nama baik.

“Beberapa minggu setelah RUPS, saya sampaikan kepada seluruh costumer bahwa kegiatan marketing bukan lagi dalam kendali Nyoman Yudi Saputra,” papar Erick yang turut disaksikan kuasa hukum, Karnaen SH., MH dan M. Girsang serta Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendiko, SH., MH dan Eki Moralita, SH., MH.

Dalam persidangan diketahui RUPS PT Yong Karisma Jaya dilaksanakan pada akhir Januari 2014.
Jalannya persidangan pun diisi dengan sejumlah pertanyaan yang diajukan JPU terkait latar belakang surat edaran tersebut dibuat.

Dalam sidang sebelumnya diketahui diedarkannya surat melalui email hanya dilatari dugaan tanpa bukti yang pada akhirnya menyerang nama baik korban Nyoman Yudi Saputra.

JPU turut menyinggung adanya keanehan pada surat pernyataan yang dibuat oleh Riswanto sebagai sales freelance pada Desember 2014. Sedangkan diketahui bahwa terdakwa Erick meminta surat pernyataan tersebut dibuat hitung mundur, yaitu pada Mei 2014.

“Sangat disayangkan jika pihak lain diluar perusahaan dapat dilibatkan. Sedangkan permasalahan ada pada lingkup internal perusahaan,” sebut Hendiko pada pewarta Media Bangsa, usai persidangan.

Perkara pencemaran nama baik bermula pada Juni 2015, saat korban Nyoman Yudi Saputra melaporkan adanya tindakan pencemaran melalui bukti surat edaran yang dilampirkan melalui alamat email perusahaan dan bukti saksi dari pihak ketiga.

Polres Cianjur melanjuti laporan tersebut dan menetapkan tersangka Erick Limar dan M, Heri Wibowo. Usai dinyatakan berkas lengkap oleh Kejari Cianjur, perkara tersebut kini dalam penanganan PN Cianjur dengan nomor berkas perkara : 181/Pidsus/2015/PN. Cjr atas nama M. Heri Wibowo dan berkas perkara : 182/Pidsud/2015/PN. Cjr atas nama Erick Limar.

Mengacu pada pasal 310 dan 311 KUHP dan UU No. 28 Tahun 2011 Tentang Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE), JPU menuntut keduanya dengan tuntuntan ancaman kurungan penjara selama 6 bulan kurungan. (tety)