17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Kepala LAPAN Tularkan Semangat Gemar Membaca

JAKARTA (Pos Sore) — Buku dapat menjadi jendela informasi sekaligus memberikan inspirasi bagi seseorang untuk meraih cita-citanya. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pun mengadakan talkshow bertema ‘Book and Me: Book Inspiring Me’.

Talkshow ini dalam rangka memperingati HUT ke-52 LAPAN pada 27 November dan Gerakan Nasional Membaca pada 22 November, gerakan yang dicanangkan Presiden Megawati pada 2002. Selain itu, dilatarbelakangi oleh semangat untuk meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia antariksa

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan menumbuhkan minat para peneliti untuk menerbitkan karya-karya agar hasil litbang LAPAN dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga untuk memberi semangat untuk meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia antariksa.

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menjelaskan buku dapat menginspirasi dalam mencapai cita-cita. Ini dibuktikan dengan kecintaannya terhadap dunia antariksa diawali dari hobinya membaca buku dan majalah mengenai antariksa sejak dini hingga melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi dan berkarir di bidang antariksa.

Ia mengatakan sejak kecil ia suka membaca dan melakukan penelitian. Awalnya ia gemar membaca mengenai keajaiban dunia dan pengetahuan luar angkasa. Buku yang memberikan insiprasi bagi Thomas yaitu Ensiklopedia Americana.

Kegemarannya membaca buku membangkitkan minatnya untuk menulis. Kemudian, saat kuliah di ITB, ia sering membuat tulisan ilmiah di majalah sains. Tulisannya berkaitan dengan astronomi seperti fenomena UFO dan gerhana matahari total. Selama bertugas di LAPAN, Thomas telah menulis 94 artikel ilmiah populer dan buku.

“Penelti harus menulis untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Selain itu, menulis juga merupakan sarana untuk berbagi ilmu dan memberikan solusi,” katanya.

Itu sebabnya, Kepala LAPAN dihadirkan sebagai narasumber karena dinilai sebagai living library atau perpustakaan hidup yang diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi serta menularkan semangat gemar membaca, serta meningkatkan dunia antariksa.

Konsep living libarary ini pada dasarnya sama seperti cara kerja pada perpustakaan. Hanya yang membedakan, pada kegiatan ini yang menjadi buku adalah manusia, dan kegiatan membaca menjadi perakapan. Aktivitasnya menjadikan individu sebagai ‘pembaca’ yang berbicara dengan ‘buku’ yaitu audiens.

Selain living library, juga ada Bicara Buku atau Book Talk dengan menampilkan buku karya peneliti LAPAN, Prof. Dr. Eddy Hermawan. Buku yang ditulisnya berjudul Indeks Monsun, Asia, Australia, dan Aplikasinya.

Edi mengatakan, buku itu lahir karena adanya kebutuhan nasional dari Dewan Ketahanan Pangan Nasional (DKPN) mengenai pentingnya model prediksi anomali curah hujan yang tepat sasaram dan berlaku di kawasan kecil. Monsun sebagai indeks atau parameter utama anomali tersebut.

“Mekanisme monsun perlu dipelajari karena dampak yang ditimbulkan. Contoh dampaknya yaitu terhadap pengaturan pola tanam khususnya bagi petani sawah tadah hujan. Dampak lainnya yaitu adanya bencana hidrometeorologi, misalnya musim basah atau musim kemarau panjang melebih batasan normal,” paparnya.

Eddy menambahkan, kekeringan akibat Monsun dapat mengakibatkan terjadinya munculnya titik panas di hutan atau lahan, kebakaran hutan atau lahan, badai, dan banjir. Monsun ini juga dapat mempengaruhi roduksi pertanian di Indonesia, sehingga perlu diformulasikan model untuk memprediksi dinamika iklim agar dampaknya dapat diantisipasi.

Living Library dan Book Talk ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. (tety)

Related posts

Sejuk Elektronik, Pusat Belanja Elektronik Online

Tety Polmasari

Penggelapan Dan Penadah Mobil Dibekuk

Tety Polmasari

Jelang H24 Run 5k dan 10k, Herbalife Gelar Coaching Clinic

Tety Polmasari

Leave a Comment