17.1 C
New York
20/09/2020
Aktual

Pemerintah Beri Bansos PKL Senilai Rp99,7 M

JAKARTA (Pos Sore) — Sejak 2011 hingga 2015, pemerintah melalui Kementerian Koperasi UKM telah memberikan bantuan sosial (bansos) senilai Rp99,7 miliar kepada 12.189 pedagang kaki lima (PKL) dalam wadah 271 koperasi di 215 kota/kabupaten.

Program bantuan tersebut, berupa tenda, atap bersifat tetap, serta rombong (gerobak/etalase/alat display) tempat berjualan. Sebaran koperasi penerima bansos adalah Sumatera sebanyak 63 koperasi, Jawa 97 koperasi, Sulawesi 53 koperasi, Kalimantan 17 koperasi, Bali, NTB, NTT 29 koperasi, serta Bali dan Maluku 12 koperasi.

Deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenkop UKM Ir Emilia Suhaimi, MM mengatakan, gencarnya pemerintah memberikan bansos kepada PKL, lantaran PKL memiliki daya juang dan survive yang tinggi ketimbang jenis usaha lain. Para pelaku PKL-lah yang dapat bertahan saat Krisis Moneter menimpa negeri ini pada 1998 lalu.

Melihat kondisi ini, pemerintah terus berusaha meningkatkan daya saing dan daya produksi para PKL. Apalagi menjelang diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku pada akhir 2015 ini, pemerintah semakin gencar mendukung eksistensi melalui program Penataan dan Pemberdayaan PKL.

“Program Penataan dan Pemberdayaan PKL itu telah memiliki payung hukum yang kuat dengan diterbitkannya Perpres No 125/2012 dan Permendagri No 41/2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan PKL,” katanya, di hadapan 50 peserta ‘Bimbingan Teknis Penataan Sarana Usaha PKL’ di Hotel Izzi, Kota Bogor, Senin (30/11).

Deputi Emilia menegaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk mendorong peningkatan pemasaran bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) dan relevan dengan kondisi bangsa kita yang sedang menghadapi masalah daya saing.

“Karenanya saya berharap, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sinergi dan efektivitas pengimplementasian program peningkatan daya saing, khususnya bagi KUMKM dalam menghadapi pemberlakuan MEA akhir 2015 ini,” tegasnya. (tety)

Related posts

Spa Dijadikan Tempat Prostitusi Kaum Gay

Tety Polmasari

Buktikan Kepedulian, Anis dan Mardani Serahkan Bantuan Untuk Tenaga Medis RS Polri

Akhir Tanjung

Pontjo Sutowo: Agar Pembangunan Terarah, GBHN Perlu Dihidupkan Kembali

Tety Polmasari

Leave a Comment