17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Kemenristekdikti Adakan Innovation Business Gathering 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Ditjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Innovation Business Gathering 2015 (IBG 2015) pada 14-16 Desember di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, menjelaskan, IBG 2015 adalah upaya strategis untuk mendorong peningkatan inovasi industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

“Selain itu, sebagai upaya meningkatkan peran teknologi dan hasil litbang dalam pembangunan nasional melalui sinergi dan kolaborasi Academic, Business and Government (ABG),” paparnya, di Jakarta, Selasa (8/12).

Even itu juga untuk mendorong peningkatan kapasitas inovasi industri nasional dan bentuk pertanggungjawaban publik mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam penguatan inovasi.

“Era MEA menjadi tantangan tersendiri karena terjadi arus bebas produk, jasa, investasi, tenaga kerja dan modal yang semuanya bermuara pada prinsip pasar terbuka bebas,” paparnya.

Dalam konteks ini, kemampuan dayasaing menjadi kata kunci dalam mengantisipasi era tersebut. Salah satu upaya yang perlu ditingkatkan adalah penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Dikatakan, sasaran yang ingin dicapai dari IBG 2015 di antara lain terbangunnya kolaborasi dan kerjasama antara lembaga litbang/perguruan tinggi dalam mengembangkan produk-produk inovasi.

Selain itu, memberikan dukungan kebijakan dan program pemerintah guna mempercepat tumbuh dan berkembangnya produk-produk inovasi.

“Inovasi sebagai produk multi aspek tentu tidak muncul dari ruang yang hampa, melainkan lahir sebagai outcomes dari sinergitas yang kompleks antara aktor di dalam sistem inovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kata kunci inovasi adalah ‘sinergi’. Dari sinergi ini, knowledge disebar, diperbarui dan dimanfaatkan oleh para pelaku novasi guna menghasilkan teknik dan atau produk baru.

Menurutnya, ada strategi yang harus dilakukan jika Indonesia ingin mendapatkan keuntungan dengan diberlakukannya MEA.

Salah satunya, dengan mendorong penggunaan produk dalam negeri, perbaikan infrastruktur dan sistem logistik nasional, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, serta membangun industri yang berbasis nilai tambah. (tety)

Related posts

BTN Siap Bangun 10.000 Rumah Untuk Prajurit TNI AD

bambang tri

Soal Transmisi Listrik, Mulyanto: Jangan Ingin Kejar Target Distribusi, Pemerintah Langgar UU

Akhir Tanjung

Hadapi Covid-19, Giwo Rubianto Ingatkan Peran Perempuan sebagai Pilar Ketahanan Keluarga

Tety Polmasari

Leave a Comment