17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Balitbang KP Berhasil Kembangkan Pakan Ikan Mandiri di Gunung Kidul

IMG_4393

JAKARTA (Pos Sore) — Peneliti Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Perikanan, Budi Wardoyo, berpendapat, penyediaan pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal menjadi solusi permasalahan pengembangan perikanan budidaya.

Penggunaan pakan mandiri juga mampu mengurangi biaya operasional 25-35% dari total biaya produksi. Selain itu, dapat meningkatkan nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang luas ke hulu dan hilir.

Itu sebabnya, Balitbang KP mengembangkan kelembagaan usaha pabrik pakan ikan mandiri. Salah satunya pabrik berkapasitas produksi 1 ton/hari yang dikelola masyarakat Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pengembangan pakan ikan mandiri di Gunung Kidul ini bermula dari kegiatan Iptekmas pada 2011 tentang pengenalan pakan yang bersumber dari dedaunan.

“Karena dedaunan terbatas kemudian dicari sumber lain hingga ditemukan 23 bahan baku yang potensial untuk pembuatan pakan,” kata Budi di sela ‘Gelar Pakan Ikan Mandiri Nasional’, di Jakarta, Selasa (8/12).

Melalui Klinik Iptek Mina Bisnis (KIMBis), BBPSEKP melakukan pendampingan masalah kelembagaan dari sisi ekonomi. Penguatan kelembagaan pakan lokal dilakukan melalui pembentukan paguyuban pabrik pakan ikan.

Menurutnya, kelembagaan penting untuk penguatan kapasitas para pelaku dan penggerak pengembangan perikanan budidaya.

Sebelumnya beberapa kelompok masyarakat di Gunung Kidul menerima bantuan mesin pencetak pakan alternatif dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Sayangnya, pemanfaatannya kurang optimal. Kelompok masyarakat harus mengusahakan sendiri mulai dari bahan baku dan produksinya.

Berdasarkan analisa, proses tersebut tidak efisien dalam skala produksi. Pengembangan pakan ikan mandiri kemudian dibagi menjadi beberapa spesialisasi usaha. Spesialisasi pabrik pakan dengan sentra di Kecamatan Nglipar berperan mengembangkan produksi pakan ikan.

Spesialiasasi bahan baku di kecamatan Rongkop, menyediakan bahan baku tepung ikan. Spesialisasi pergudangan, pemasaran, formulasi dan pelatihan dan pengembangan usaha di Kecamatan Ponjong, serta berbengkelan dan workshop mesin. Kelembagaan usaha tersebut diwadahi koperasi perikanan ‘Desa Mina’.

Konsumen pakan ikan mandiri adalah masyarakat lokal yang sebagian besar merupakan pembudidaya ikan lele, ikan nila merah, dan ikan gurame. Di wilayah tersebut juga ada 15 rumah makan yang bahan bakunya ikan.

“Awalnya rumah makan itu menggunakan bahan bakunya dari luar Gunung kidul, terutama Klaten dan Boyolali. Sekarang sebagian besar ikan nila yang dibudidaya masyarakat setempat sudah diterima oleh rumah makan itu,” ungkapnya. (tety)

Related posts

Kepolisian St. Paul Izinkan Polwan Berjilbab

Tety Polmasari

Tawuran Warga di Manggarai Jaksel, Dua Orang Tewas

Tety Polmasari

Mentan: Pada 2045 Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Tety Polmasari

Leave a Comment