Tren Istri Gugat Cerai Suami Kian Meningkat

JAKARTA (Pos Sore) – Kemandirian secara ekonomi menjadi salah satu penyebab banyak istri yang menggugat cerai suaminya. Trennya malah cenderung meningkat tajam.

“Sekarang ada kecenderungan perempuan lebih berani untuk mengambil keputusan cerai. Jika dibandingnya dengan 20 tahun lalu, peningkatannya mencapai 200%,” kata Nasarudin Umar, guru besar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri, di Jakarta, Senin (14/12).

Ia mengungkapkan hal itu saat menjadi narasumber dalam diskusi ‘Tatap Muka Pelaku Sejarah Tokoh Perempuan dan Pimpinan Organisasi Perempuan’.

Diskusi bertema ‘Inspirasi Pejuang dan Pemimpin Perempuan dalam Menggapai Cita-cita Menuju Kesetaraan Gender’ ini diadakan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-87.

Dalam cataran Nasaruddin, ada 13 faktor yang menjadi pemicu perceraian dalam rumah tangga. Namun, faktor suami berpoligami dan masalah ekonomi menjadi penyebab tertinggi kasus perceraian yang diajukan istri.

Nasarudin mengingatkan kasus gugat cerai harus diperhatikan betul oleh kaum perempuan. Karena gugat cerai membawa konsekuensi berat utamanya masalah ekonomi.

“Istri yang menggugat cerai, ketika perceraian sudah diputuskan maka tidak ada kewajiban suami untuk memberikan nafkah atau uang idah dan lainnya,” ujarnya.

Tanah Abang-20151214-01342

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo tak menampik kemandirian perempuan dalam hal ekonomi menjadi salah satu penyebab banyak perempuan berani menggugat cerai suami.

“Tetapi keberanian ini sebenarnya sudah kebablasan. Jangan karena mandiri secara ekonomi, tidak bergantung pada uang suami, lantas dengan mudah menggugat cerai,” tandas Giwo yang juga sebagai Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Ibu ke-87.

Menurutnya, perceraian tidak hanya akan berakibat bagi si perempuan itu sendiri. Situasi dan kondisi anak-anak juga harus dipertimbangkan semua perempuan yang hendak bercerai.

“Cerai akan membuat anak-anak terganggu. Bagaimanapun mereka tidak akan nyaman apalagi jika masing-masing orangtua kemudian memiliki pasangan,” ujarnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!