7 C
New York
05/12/2020
Aktual

Science Techno Park BATAN untuk Kemandirian Pangan

Pesanggrahan-20151218-01381

    Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto (kiri) dan Kepala PAIR BATAN, Hendig Winarno (kanan)

JAKARTA (Pos Sore) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkenalkan Science Techno Park (STP) yang berlokasi di kawasan Nuklir BATAN, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Launcing National STP ini rangkaian peringatan HUT ke-49 Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN pada 20 Desember.

“Tujuan launching ini untuk menyebarluaskan informasi tentang keberadaan STP, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, terutama kemandirian pangan,” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, di Gedung PAIR BATAN, Jumat (18/12).

STP ini sendiri amanat Presiden Joko Widodo sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dari 100 STP yang dicanangkan Pemerintah, BATAN diberi amanah untuk mengelola tiga Agro Techno Park (ATP) dan satu STP,” ungkapnya.

Tiga ATP tersebut berlokasi di Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan), dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat). Sedangkan STP berlokasi di Kawasan Nuklir BATAN – Ps Jumat.

“Intinya, STP dan ATP ditekankan pada hilirisasi hasil produk lembaga penelitian dan pengembangan kepada masyarakat, sehingga kelak masyarakat lokal bisa mengelola hasil litbang tersebut secara mandiri dan keberlanjutan,” katanya.

Menurutnya, salah satu sisi penting dari keberhasilan program ini adalah antusiasme dari Pemerintah Daerah setempat, petani, UKM, dan universitas, di samping ketersediaan lahan dan infrastruktur dasar.

“Karena kelak mereka akan kita lepaskan agar dapat mandiri. Dan butuh komitmen dari Pemda setempat utk menyediakan biaya operasional secara berkelanjutan, dan ini harus berhasil,” ujarnya.

Dipilihnya 3 lokasi ATP tersebut, karena disesuaikan dengan kesiapan dan antusiasme Pemda setempat dalam menyambut program ini, sekaligus 3 kawasan tersebut merupakan lumbung padi di daerahnya.

Kepala PAIR BATAN, Hendig Winarno, menambahkan, STP yang dikelola PAIR BATAN, merupakan pusat kolaborasi aplikasi iptek nuklir di bidang pangan. Bisa juga disebut sebagai Pusat Kepakaran Iptek Nuklir di Bidang Pangan.

“Di sini menjadi center of excelent. Kami memperluas produk unggul, membangun fasilitas, dan dan meningkatkan kemampuan SDM,” katanya.

Dengan luas lahan 15 ha, STP PAIR BATAN terdiri dari berbagai fasilitas. Di antaranya, kebun percobaan dan green house, laboratorium dan kandang ternak.

Selain itu, irradiator gamma untuk pemuliaan mutasi tanaman, dan fasilitas penyimpanan sementara limbah radioaktif dan B3.

“Keberadaan STP diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan level swasembada beras, kedelai, daging nasional dan kesejahteraan masyarakat tani di lokasi kegiatan,” tambahnya.

STP sesuai dengan visi misi Presiden RI, yang tertuang dalam Nawa Cita ke – 6 butir ke – 7. Yaitu ‘membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini’.

Kawasan iptek ini dikelola oleh manajemen profesional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan, pengembangan, dan penerapan iptek yang relevan. (tety)

DSCN0149

Related posts

Smart City Harus Ditunjang Rencana Tata Ruang Akurat

Tety Polmasari

Menkop Dorong Koperasi Masuk Pasar Global dengan KURBE

Tety Polmasari

Dua Terduga Penganiaya Masih Diburu

Tety Polmasari

Leave a Comment