11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Tingkatkan Keselamatan Kerja, Dongkrak Produktivitas Perusahaan

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah menekankan pentingnya pelaksanaan norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), karena dapat menciptakan situasi kerja yang aman, tenteram dan sehat sehingga bisa mendorong produktivitas kerja.

Oleh sebab itu sepatutnya perusahaan memberikan perhatian terhadap kondisi pekerja dan mencegah serta mengurangi terjadinya kecelakaan kerja.

Kualitas pekerja memiliki korelasi yang erat dengan kecelakaan kerja, sedangkan kecelakaan kerja erat kaitannya dengan produktivitas. Karenanya program K3 sangat mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Biro Humas Kemnaker dalam siaran pernya, Senin (15/2) menyebutkan pelaksanaan norma K3 sebagai bagian dari pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan nilai-nilai keadilan, keterbukaan dan demokrasi, maka pelaksanaan penerapan K3 mutlak harus dilaksanakan secara fair dan seimbang

Sistem Manajemen K3 (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Indonesia saat ini telah terlibat dalam enam skema kawasan perdagangan bebas, yaitu: ASEAN Free Trade Area; ASEAN China FTA; ASEAN Korea FTA; ASEAN – India FTA; ASEAN – Autralia – New Zealand FTA; Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement dan yang saat ini sedang sama-sama kita hadapi yaitu MEA.

Hal ini mengakibatkan adanya tuntutan kepada para pengusaha agar terpenuhi dan terwujudnya SDM yang profesional, demikian juga terhadap SDM K3 tuntutan masyarakat baik nasional maupun internasional untuk menggunakan produk yang aman dan ramah lingkungan. (hasyim)

Related posts

Top 25 Indicators That it is The perfect time to Redesign Your internet site

Tety Polmasari

Mobil Terjun dari Parkir Lantai 5, Sepasang Kekasih Tewas

Tety Polmasari

Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan, Kementan Gandeng TP PKK

Tety Polmasari

Leave a Comment