17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Ridwan Kamil: Masa Depan Bandung Ada di Sektor UKM

JAKARTA (Pos Sore) — Walikota Bandung Ridwan Kamil menyakini masa depan Bandung ada di sektor UKM. Ekonomi Bandung digerakkan oleh UKM, yang porsinya mendekati 60% motor penggerak ekonomi kota Bandung.

“Jadi ketika krisis ekonomi terjadi pada 2008 lalu, Bandung tidak terkena dampaknya. Jadi Bandung memang sangat kuat di fondasi UKM sehingga tahan krisis,” katanya, di acara Marketeers Creativity Day bertema ‘Soul of Bandung’ yang juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga,di Galeri Indonesia WOW, Minggu (28/2).

Dikatakan, statistik ekonomi Bandung saat ini tumbuh sebesar 7,8% dengan ditopang UKM. Saking kuatnya peran UKM di Bandung, Emil menganalogikan ekonomi ini dibangun di atas fondasi ribuan orang, tidak terpusat pada sistem konglomerasi yang dikuasai beberapa orang saja. Jika satu konglomerat jatuh, konglomerat lain pun akan jatuh.

“Nah, kalau bertumpu pada ribuan orang, satu jatuh tidak akan pengaruhi yang lain. Itulah pondasi UKM di Bandung,” ujar pria yang akrab disapa Emil itu.

Menyadari potensi ini, Emil pun banyak merilis program untuk mendorong pertumbuhan UKM di Bandung. Sebagai contoh, ada program pemberian modal Rp 30juta tanpa agunan. Syaratnya mudah, jika seseorang ingin buka usaha namun tidak punya modal, minimal ia harus ajak empat rekannya untuk bergabung. Jadi ketika ada kejadian satu orang saja ngemplang, tanggung jawabnya bersama-sama.

Birokrasi juga tidak dipersulit. Masyarakat dengan ide bisnis dan akan membuka usaha tidak perlu izin lagi, tinggal buka saja tanpa perlu mengurus ini itu di tingkat RT serta RW. Proses yang biasanya memakan waktu bulanan.

“Jadi masyarakat tinggal buka saja dulu, bilang belakangan. Laporan ini itunya nanti saja bisa lewat handphone. UKM memiliki efek dinamika sosial yang juga kecil, jadi diperiksanya nanti saja. Kalau lewat birokrasi bisa lama sehingga potensi milyaran rupiah bisa tertahan,” terang Emil lagi, seraya menambahkan, masih ada lagi program Melati, yaitu Melawan Rentenir.

Ia menambahkan, saat ini platform Facebook sedang menjadikan UKM-UKM di Bandung sebagai percontohan agar para pengusaha ini bisa go digital secara serius. Nantinya akan ada sekitar 300 brand UKM Bandung yang akan dipromosikan secara global lewat platform tersebut.

“Sebisa mungkin saya hadirkan terus berita-berita baik bagi Kota Bandung. Kesimpulannya kalau saya ditanya oleh orang luar, Mr Mayor, apa itu Bandung? Saya akan jawab Bandung is all about good news,” tutupnya. (tety)

Related posts

Bulog Gelontorkan Bansos Rp2 M untuk Warga Terdampak Covid-19

ARYODEWO

Menkes: Peran Masyarakat Dibutuhkan dalam Pembangunan KIA

Tety Polmasari

Nove chiavi per una fine delega durante la gestione dei progetti

Tety Polmasari

Leave a Comment