30 Preman Diamankan Polres Tanjung Priok

Rabu, 2 Mar 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengamankan 30 pemuda yang kerap melakukan tindakan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dalam operasi cipta kondisi (Cipkon) yang dilakukan selama Februari 2016.

Penyidik menyita senjata tajam, senjata tajam air gun yang diduga digunakan saat beraksi melakukan tindak pidana dan minuman beralkohol juga dikonsumsi di barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Victor Inkiriwang, menyebutkan 30 pelaku premanisme tersebut berasal dari 6 kasus street crime‎ yang dilakukan kelompok tersebut selama kurun waktu satu bulan terakhir.

“‎Street crime di pelabuhan ini dilakukan oleh para pelaku dengan melakukan pemerasan berupa mengutip sejumlah uang kepada supir, nahkoda, atau pengusaha yang beraktifitas di pelabuhan, kalau tidak diberikan maka mereka tidak segan-segan melakukan penganiayaan,” jelas AKP Victor, kemarin.

Dikatakannya, ‎beberapa preman yang beroperasi baik di Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Kali Baru, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Muara Baru, dan Pelabuhan Muara Angke memiliki kesamaan modus meski secara kelompok mereka tidak saling berkaitan langsung.

“Kelompok preman yang memang sering berulah dan cukup membuat ketakutan juga sudah kita tangkap dan tindak, kebanyakan modus mereka masih dengan berupa pemalakan dan penganiayaan, bahkan untuk menakuti korbannya mereka membawa sajam,” tambahnya.

Menurutnya, tindakan premanisme yang dilakukan oleh para preman justru dibiarkan oleh para pelaku usaha di kawasan pelabuhan dengan tidak membuat laporan atau menginformasikan pihak kepolisian.

“Saat ini memang sering terjadi fenomena silent sound, dimana korban tindakan premanisme justru tidak mau mempermasalahkan kejadian pemalakan yang menimpa mereka, namun kami tetap melakukan penegakan hukum meski tidak ada laporan dari korban sekalipun,” tuturnya

Selain menangkap 30 orang preman, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga menyita 216 botol minuman beralkhol dengan berbagai jenis merk yang biasa dikonsumsi oleh para preman tersebut.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi, mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan operasi serupa untuk menekan anggka street crime dari waktu ke waktu sehingga bisa berdampak menurunnya angka kriminalitas.

“Dalam menghadapi kasus premanisme, kita lakukan upaya represif tapi berdampak preventif‎, salah satunya yakni dengan mengungkap dan memberikan hukuman paling berat pada pelaku intelektual kasus premanisme, sehingga bisa memberi efek jera bagi oknum untuk melakukan kasus premanisme di pelabuhan,” tegas Kapolres.

Beberapa barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni: 11 senjata tajam berupa badik, celurit, golok, dan samurai; sebuah batu yang digunakan untuk melempar ke arah kendaraan korban; satu senjata air gun jenis RCFM1911A1 dan satu magazine amunisi Kaliber 4,5 Milimiter buatan Taiwan; dan 216 botol miras.

Atas‎ tindakan premanisme yang dilakukan ke-30 orang tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menjerat mereka dengan Pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas lima tahun.(marolop)