Mentan dan Kapolda Metro Jaya Datangi Gudang Beras Impor Ilegal Asal Vitenam

Selasa, 8 Mar 2016

IMG-20160308-WA0005(1)

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnivian datangi gudang yang dijadikan tempat penimbunan dan pengemasan beras impor ilegal asal Vietnam, Selasa (8/3). Gudang yang berada di Kompleks Pergudangan Elang, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara ini sudah digerebek Polisi pada 4 Maret lalu.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan, pelaku impor beras ilegal akan ditindak tegas mengingat beras impor merembes ke pasar saat panen raya tengah berlangsung. Karenanya, mentan minta pelaku ditindak tegas karena tindakannya tersebut sangat mengganggu produksi di saat harga beras saat ini sudah turun 20%-30%.

“Pelakunya lari ke Singapura. Berasnya sebanyak 345 ton disita, pelakunya kami minta ditindak tegas. Kalau ini beredar akan menekan harga di tingkat petani,” jelas Amran ditemui di lokasi penimbunan beras ilegal asal Vietnam, Selasa (8/3).

Dikatakan, pengungkapan sindikat beras impor ilegal mulai diintensifkan setelah dirinya meminta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, menggencarkan pemberantasan beras impor yang masuk secara ilegal. Ini diindikasikan dengan terjadinya beberapa anomali harga beras.

“Kita harus jaga petani, jangan sampai anjlok terlalu jauh. Dengan melihat disparitas dari produsen ke konsumen kemudian tiba-tiba ada kelebihan beras di pasar sampai 100%, kita lihat itu kan anomali,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, puluhan aparat memeriksa secara acak tumpukan karung-karung beras di satu gudang beras yang diduga ilegal di kawasan PIK. Dari dalam gudang itu tidak satu pun terlihat pekerja gudang melakukan aktifitas.

“Ini operasi bersama dari Mabes Polri dan Polda, ada atensi dari kapolri, intinya bahwa diduga adanya beras yang masuk dari luar negeri dan selundupan dan diedarkan di masyarakat,” ujar Tito Karnivian.

Kapolda Metro Jaya, Tito Karnavian mengungkapkan, impor beras ini diduga telah dilakukan sejak lama. Beras impor ilegal tersebut dijual kemasan dalam berbagai ukuran dan merek.

“Ini merugikan masyarakat karena masyarakat ini kan beli berasnya sudah diberi label jadi seolah dari merek pabrik atau perusahaan tertentu, padahal kan tidak. Kita lihat tadi sudah dikarungi dengan merk tertentu, padahal mereknya tidak begitu,” jelasnya.

Tito menambahkan, impor beras ilegal ini juga merugikan petani lokal karena beras yang merembes ke pasar ikut membuat harga beras jatuh, apalagi saat ini telah memasuki masa panen raya.

“Selain diedarkan pada masyarakat, ini juga berdampak pada petani sendiri karena harganya bisa jatuh,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan Kapolda Metro Jaya membenarkan gudang tersebut adalah gudang beras ilegal yang di import langsung dari negara Vietnam. (tety)

IMG-20160308-WA0006