Ditjen Hortikultura Gelar Pasar Murah Cabai dan Bawang Merah

Rabu, 16 Mar 2016

Pasar Minggu-20160316-02087

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pertanian kembali menggelar pasar murah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Tujuannya agar masyarakat tidak dipusingkan lagi oleh meroketnya harga komoditas tersebut. Kementerian Pertanian langsung membeli 2 ton cabai merah dan cabai rawit dari petani di Magelang. Cabai ini lalu disebar di beberapa titik pasar tradisional di Jabodetabek.

Pada operasi pasar tersebut, bawang merah dijual Rp 29.000 per kg, cabai keriting Rp30.000 per kg, dan cabai rawit Rp35.000 per kg. Pasar murah ini berlangsung hingga 20 Maret 2016.

Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Dr Ir Spudnik Sujono Kamino, MM, menegaskan ketersediaan komoditas cabai merah dan cabai rawit sangat mencukupi. Tidak dalam keadaan langka. Jadi, tidak perlu ada langkah mengimpor komoditas yang paling banyak dicari ibu rumah tangga itu.

“Waktu rapat dengan Menko Perekonomian saya bilang tidak benar kalau cabai dan bawang merah langka. Jadi tidak perlu impor. Dibilang langka ‘sakitnya tuh di sini’. Kalau memang langka, saya nyerah mengibarkan bendera putih, silakan impor,” kata Spudnik, di sela pasar murah di depan kantor Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/3).

Menurut Spudnik, cabai merah dan bawang merah tidak mungkin langka, karena produksi bawang merah per bulannya 90 ton, sedangkan konsumsi mencapai 80 ton per bulan. Kemudian produksi cabai rawit per tahun 890 ton, sedankan konsumsi 650 ton.

“Cabai kami datangkan dari Magelang, sedangkan bawang merah dari Nganjuk dan Bima,” tuturnya.

Spudnik menyatakan umumnya komoditas holtikultura disebut langka hanya karena permainan harga para pedagang. “Boleh ambil untung tapi yang adil. Pedagang jangan menaikkan harga seenaknya,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengaku pihaknya tidak bisa mengendalikan dan mengontrol harga komoditas pangan tersebut karena rantai pasokan yang membuat hal itu terjadi. Pihaknya hanya bisa menghimbau dan mengambil langkah seperti melakukan pasar murah atau operasi pasar.

Dikatakan Spudnik, pihaknya dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri serta daerah penghasil komoditi tersebut telah sepakat untuk mengawal distribusi komoditi holtikultura hingga ke pasar agar harga tetap stabil. (tety)

Pasar Minggu-20160316-02093