Badan Ketahanan Pangan Gelar Bazar Murah melalui Toko Tani Indonesia

Rabu, 23 Mar 2016

Jagakarsa-20160323-02163

JAKARTA (Pos Sore) – Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan menggelar bazar murah melalui Toko Tani Indonesia di tiga lokasi: Pasar Lenteng, Pasar Pondok Labu, dan Pasar Depok Jaya. Komoditas yang dijual dengan harga terjangkau di tangan konsumen itu yakni beras, bawang merah, dan cabai merah.

“Ini dalam rangka pengendalian harga pangan pokok seperti beras, bawang merah, dan cabai merah. Beras dijual seharga Rp7.500/kg, cabai merah Rp 8.000/3 ons, dan bawang merah Rp 10.000/3 ons,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Garjtita Budi, yang ditemui di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (23/3).

Dikatakan bazar murah ini sebagai upaya mengendalikan bahan pangan pokok di tingkat konsumen dengan harga wajar tanpa harus merugikan petani. Artinya, petani memperoleh keuntungan, pedagang mendapatkan marjin laba yang wajar, akses masyarakat pun dalam pemenuhan bahan pangan diperoleh dengan harga wajar dan terjangkau.

Menurutnya, adanya perbedaan harga di tingkat petani dan knsumen bukan semata-mata hanya dipenuhi karena aspek produksi di tingkat petani. Melainkan juga karena kondisi tataniaga beras, bawang merah, dan cabai merah.

“Karena itu, pembenahan tataniagan pangan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, namun kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi dan memperpendek rantai pasok pangan ke konsumen,” tambahnya.

Salah satunya, melalui kegiatan Toko Tani Indonesia yang diancang sebagai solusi permanen dalam mengantisipasi gejolak harga pangan. Dengan memperpendek rantai pasok pangan hingga 3-4 pelaku, masyarakat diharapkan dapat menjangkau harga pangan dengan harga murah.

“Di sisi lain, petani sebagai produsen pangan tetap memperoleh keuntungan yang wajar, begitu pula dengan pelaku pedagang dan produsen memperoleh keuntungan yang wajar. Konsumen pun bisa memperoleh komoditas pangan lebih segar dengan harga yang lebih terjangkau dan wajar. Diharapkan pula, dengan adanya Toko Tani Indonesia akan terbentuk struktur pasar baru,” jelasnya.

Mengapa harga komoditas pangan itu bisa dibeli dengan harga murah oleh masyarakat? Kepala Badan Ketahanan Pangan menjelaskan, harga pangan murah tersebut diperoleh langsung dari petani yang menjual langsung kepada Gabungan Kelompoktani (Gapoktan). Gapoktan ini kelembagaan petani dalam menjalankan fungsi pemasaran hasil produk petani, lalu dipasok langsung kepada toko-toko.

Kepala Bidang Distribusi Pangan pada Badan Ketahanan Pangan Kementan, Ir. Irianti mengatakan, pengadaan stok bazar disiapkan sejumlah sembilan ton bagi tiga wilayah pasar yang telah kami siapkan untuk Jakarta Selatan.

“Setiap pasar kami beri jatah tiga ton, yaitu dengan rincian masing masing satu ton untuk cabai merah, satu ton untuk bawang merah dan satu ton untuk beras,” katanya. (tety)