Kemenkop Perkuat Jaringan Distribusi Koperasi Ritel

Selasa, 12 Apr 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM berupaya memperkuat jaringan distribusi koperasi ritel di Indonesia melalui program pengembangan jaringan distribusi antara Pusat Distribusi Koperasi dengan Toko Koperasi (UKM Mart).
 
“Kita berupaya mengangkat bagaimana untuk memperkuat jaringan distribusi koperasi ritel di Indonesia sehingga bisa sebanding dengan NTUC di Singapura yang anggotanya 65 persen dari total penduduk Singapura yang mempunyai 100 supermarket dan 50 SPBU,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (12/4).

Ia mengatakan saat ini sudah ada 448 toko koperasi atau UKM Mart yang terus difasilitasi agar bisa membangun jaringan distribusi yang lebih kuat. Indonesia sendiri seharusnya memiliki dan mulai membangun jaringan koperasi ritel yang kuat agar koperasi dan UKM semakin kuat.
 

“Kami memfasilitasi pendampingan tata kelola sistem distribusi toko koperasi yang telah mendapatkan bantuan penataan fisik bangunan. Kita tekankan bahwa kita bisa membentuk jaringan bukan sekadar membangun fisik toko koperasi,” katanya.

Di NTB, pihaknya mengelar sejumlah kegiatan selain pendampingan bagi pengembangan jaringan distribusi antara Pusat Distribusi Koperasi dengan Toko Koperasi. Berbagai kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing produk KUKM melalui pendampingan.

Karena itu, pendampingan juga dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas dan nilai tambah produk. Pihaknya juga mengembangkan kawasan Pedagang Kali Lima (PKL) sebagai sarana pemasaran dan promosi produk koperasi dan UMKM.

Sebanyak 200 pelaku KUKM dari berbagai kabupaten/kota di NTB turut serta kegiatan yang dibagi dalam empat kelas agar bisa didampingi dalam menerapkan standar kualitas dan mutu produk, jaminan produk (PIRT, MD, Halal, SNI, ISO, HACCP), serta perlindungan hukum (hak cipta, hak merek, hak desain industri, hak paten).

Pada kesempatan yang sama Asisten Deputi Urusan Pemasaran Herustiati mengatakan pengembangan kawasan PKL dilakukan ke arah yang lebih profesional dengan melibatkan sejumlah perusahaan besar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya.

“Melalui kemitraan dengan perusahaan diharapkan kawasan PKL menjadi lebih menarik bahkan bisa menjadi destinasi wisata,” katanya.

Dalam acara bertajuk Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Pengembangan Koperasi Pusat Distribusi dan Sarana Pemasaran (PKL) serta Standarisasi dan Sertifikasi Produk KUKM itu juga diserahkan sertifikat hak merek dari Kementerian Hukum dan HAM kepada dua pelaku UKM di NTB yakni Nia Amelya yang mendaftarkan merek NIWA dari usaha aksesoris mutiara yang dimilikinya dan Bing Giyanto, penyedia jasa pembuat disain akar dengan merek yang didaftarkan Anugrah Design. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015