11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Kemenko PMK Sinergikan Program Peningkatan Harkat Perempuan

JAKARTA (Pos Sore) – Pada peringatan Hari Kartini, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Sujatmiko, di hadapan peserta Talkshow ‘Perempuan Hebat Perempuan Indonesia’, melontarkan pertanyaan ‘Apakah cita-cita Kartini sudah terwujud 100%?’.

Menurutnya, jawaban dari pertanyaan tersebut sudah cukup menggembirakan, meski belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari peringkat Indeks Pembangunan Manusia Indonesia. Laporan Indeks Pembangunan Manusia 2015 yang dikeluarkan Badan PBB Urusan Program Pembangunan (UNDP) IPM Indonesia menempati peringkat ke 110 dari 187.

Ada empat indikator untuk mengukur IPM Indonesia. Pada 2014 disebutkan angka harapan hidup sebesar 68,9, harapan tahun bersekolah 13,0, rata-rata waktu sekolah yang sudah dijalani oleh orang berusia 25 tahun ke atas sebesar 7,6 dan pendapatan nasional bruto per kapita 9,788

“Begitu pula dengan peringkat Indeks Pembangunan Gender, naik yang pada 2010 berada pada peringkat 89, menjadi peringkat ke-90 pada 2014. Indeks Pemberdayaan Gender dari 68,15 menjadi 70,68,” ungkapnya usai talkshow yang diadakan DPP Perempuan LIRA, di Jakarta, Kamis (21/4).

Bagaimana dengan capaian partisipasi perempuan dalam politik? Dalam pandangan Sujatmiko juga cukup mennggembirakan karena Indonesia berada pada peringkat 81 dari 168 negara. Meski belum sampai 30 persen keterwakilan perempuan sebagaimana diatur dalam Pasal 55 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD, namun sudah menunjukkan kemajuan.

Di tengah sejumlah kemajuan kaum perempuan tersebut, Kemenko PMK pun menghadapi tantangan dalam pemberdayaan perempuan. Karenanya, Kemenko PMK tengah menyinkronisasikan program-program terkait peningkatkan harkat perempuan.

Program sejenis di kementerian, lembaga, LSM, para pengusaha didata. Mana yang berhasil, mana tidak. Mana yang perlu dilanjutkan, mana yang tidak. Mana yang perlu disinergikan, mana yang harus ditunda. Sinkronisasi program ini diharapkan selesai dalam waktu secepatnya.

“Perempuan masih banyak yang mendapat perlakuan tidak adil, misalnya sering menjadi korban tindak kekerasan dan aksesnya dibatasi, perempuan mudah diekspolitasi, masih banyak perempuan yang upahnya di bawah laki-laki, dan tidak sedikit perempuan bekerja yang upahnya tidak dibayar. Semuanya bermuara pada kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan,” ujarnya.

Diharapkan dengan sinkronisasi program sejenis tersebut, terjadi peningkatan harkat kaum perempuan sehingga pemberdayaan kaum hawa pun semakin meningkat. (tety)

Related posts

Jaga stabilitas pangan, Bulog terus lakukan Operasi Pasar CBP

ARYODEWO

Final Lomba Kelurahan Peduli Pencegahan Osteoporosis

Tety Polmasari

RSSS Pulogebang Kini Punya Ruang Komputer dan Perpustakaan

Tety Polmasari

Leave a Comment