11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Siapkan Generasi Sehat dan Cerdas Sejak dalam Kandungan

JAKARTA (Pos Sore) — Bagaimana menyiapkan generasi sehat dan cerdas sejak dalam kandungan? Berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaaan kehamilan yang dimaksud, yaitu setiap 4 minggu sekali dari saat pemeriksaan pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28 minggu – 36 minggu, dan setiap 1 minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu hingga waktunya melahirkan.

“Pemeriksaan kehamilan merupakan kegiatan penting karena dapat memonitoring secara menyeluruh, baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya,” tegas dr. Adhitya Indrapraja SpOG M.Kes dalam media gathering Siloam Hospitals Lippo Cikarang bertema ‘Generasi Sehat & Cerdas’, yang diadakan dalam rangka memperingati semangat juang RA Kartini, Kamis (21/4).

Berbagai jenis pemeriksaaan kesehatan sebelum kehamilan berpengaruh terhadap tingkat harapan memperoleh anak yang sehat dan cerdas. Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan di antaranya pemeriksaan darah rutin, tekanan darah, golongan darah dan rhesus, hepatitits B (HBs Ag), TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus,Herpes Simplek Virus), pap smear, gula darah, VDRL ( Veneral Diseases Research Laboratory) dan urinalisis lengkap.

Dokter Melisa Anggraeni, MBiomed, SpA, yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut, menambahkan, selama kehamilan seorang ibu juga harus dipersiapkan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya.

Melalui berbagai kelas laktasi, calon ibu diajarkan berbagai aspek menyusui, termasuk berbagai permasalahan yang sering terjadi dan cara menanggulanginya. Kegiatan senam hamil pun berpengaruh secara fisik maupun mental pada saat proses persalinan sehingga lancar.

Dalam keterangannya, dr. Bambang Hari Santosa SpTHT menjelaskan pemeriksaan yang diperlukan bayi yang baru lahir.

Setelah proses persalinan, harus segera dilakukan pemeriksaan pada bayi yang baru lahir, seperti pemeriksaan fisik bayi, golongan darah bayi, dan fungsi pancaindra. Tak kalah penting, pemeriksaan pendengaran.

Dalam keadaan normal, bayi dapat berkomunikasi secara efektif saat berusia 18 bulan. Untuk mengetahui kesehatan fungsi pendengarannya, maka sebelum memasuki usia tersebut ada baiknya dilakukan skrining.

“Karena dengan menemukan secara dini gangguan pendengaran pada bayi maka kesempatan untuk memperoleh perkembangan linguistik dan komunikasi dapat lebih optimal,” katanya.

Kemajuan teknologi kini telah menemukan alat yang dapat pemeriksaan pendengaran secara obyektif pada bayi, yaitu OAE (Oto-Acoustic Emission). Manfaat pemeriksaan OAE adalah untuk mengetahui apakah rumah siput (koklea) berfungsi normal. Di dalam koklea, bunyi akan disaring berdasarkan frekuensinya kemudian diteruskan ke sistem saraf pendengaran, batang otak, hingga mencapai otak. Dari situlah bunyi dapat dipersepsikan oleh anak.

Sementara itu, dr. Melisa Anggraeni, MBiomed, SpA memaparkan perawatan yang diperlukan bayi dalam masa tumbuh kembang pertamanya.

Selain perlindungan terhadap penyakit, menginjak usia satu bulan, bayi memerlukan perawatan yang dapat merangsang fungsi motoriknya. Kegiatan menyenangkan seperti spa merupakan salah satu perawatan yang dianjurkan oleh para terapis anak.

“Terapi pemijatan yang dilakukan oleh ibu pun memiliki pengaruh menyehatkan bagi buah hati, sama pentingnya dengan perawatan spa bayi. Tujuan dari sentuhan lembut tersebut yaitu untuk mewujudkan ungkapan cinta kasih sayang orangtua,” ujarnya.

Perawatan rutin lainnya yang perlu diberikan pada bayi baru lahir ialah kontrol teratur ke spesialis anak. Dokter akan memonitor tumbuh kembang anak. Beberapa hal yang akan diperiksa misalnya kemampuan bicara, kemampuan aktivitas, serta berat dan tinggi badan. (tety)

Related posts

Politisi Muda Partai Demokrat Sebut Penanganan Penyebaran Covid-19 Makin Rumit

Akhir Tanjung

Pengedar Narkoba Diringkus Polisi

Tety Polmasari

‘Ramadan Diabetes and Me’: Panduan Berpuasa Pasien Diabetes Tipe 2

Tety Polmasari

Leave a Comment