11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual

Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat Kunci Tumbuh Kembang Anak

JAKARTA (Pos Sore) – Ingin anak Anda tumbuh sehat dengan perkembangan yang optimal? Maka, penuhilah kebutuhan nutrisinya sedari kecil atau selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK) si buah hati. Itulah syarat utama dalam upaya membangun pondasi yang kuat untuk tumbuh kembang dan kecerdasan si kecil dalam jangka panjang.

Ya, tumbuh kembang anak akan mencapai periode emas pada 1000 HPK. Dalam periode ini, sel otak dapat berkembang hingga 80% dari potensinya. Di sinilah peran orangtua dalam memberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo /FK Unair Surabaya, menjelaskan, otak anak dibangun di atas pondasi nutrisi yang kuat dan dibentuk melalui interaksi pengasuhan lingkungan sehari-hari yang didukung oleh daya tahan tubuh anak yang optimal.

“Maka pemberian stimulasi dan upaya pembangunan ketahanan tubuh anak merupakan dua hal yang tidak kalah penting dengan nutrisi, terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil,” jelasnya dalam Media Edukasi Morinaga bertajuk ‘Siap Cerdaskan Bangsa’, di Kalcare Lotte Mart Avenue, Jakarta, Jumat (22/4).

Menurutnya, faktor genetik hanyalah cetak-biru dari otak anak, sedangkan proses pembangunan sirkuit otak sang anak ditentukan oleh faktor lingkungan pengasuhan sehari-hari.

“Dua hal yang menjadi faktor utama dalam menentukan optimalnya faktor pengasuhan adalah pemberian nutrisi sesuai Angka Kecukupan Gizi dan pemberian stimulasi melalui pengalaman dan atau permainan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, otak anak tersusun dalam pola yang sangat rumit. Setiap bagiannya terkoneksi satu dengan yang lain dan pembentukan setiap bagiannya, berjalan sesuai dengan bertambahnya usia. Otak bekerja memproses informasi melalui mekanisme komunikasi antar sel otak (neuron).

Neuron ini terdiri dari badan sel dan struktur-struktur percabangan. Cabang yang pendek disebut dendrit, cabang yang paling panjang disebut akson. Badan sel mempunyai satu inti sel yang mengandung data genetik anak.

Satu neuron akan menerima sinyal informasi yang masuk dari neuron lain melalui dendrit. Kemudian sinyal informasi tersebut akan diteruskan ke neuron yang lain lagi melalui akson. Pada ujung akson, terdapat celah penghubung yang disebut sinaps. Di dalam sinaps inilah, terjadi proses penghantaran informasi.

“Pada prinsipnya, semakin banyak sinaps otak yang terbentuk, semakin besar kapabilitas anak untuk belajar. Banyaknya sinaps yang mampu dibentuk anak, ditentukan oleh interaksi antara faktor genetik (nature) dan lingkungan pengasuhan anak sehari-hari (nurture),” tuturnya.

Namun, ia mengingatkan, dalam menerima dan mencerna stimulasi, selain proses pembentukan otak, pembentukan sistem kekebalan tubuh juga penting untuk membangun dasar yang kuat. Membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat sejak dini dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh alami bisa berfungsi secara efektif dalam melindungi tubuh, katanya. (tety)

Related posts

Tawanan Mesir Rutin Disiksa

Tety Polmasari

Indonesia-Malaysia Sepakat Stop TKI Ilegal

Tety Polmasari

PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo-Sandi

bambang tri

Leave a Comment