KSP Sejahtera Bersama Siap Menjadi Koperasi Penyalur KUR

Sabtu, 23 Apr 2016

kop

BOGOR (Pos Sore) – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga ‘menantang’ Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama untuk menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini bunganya hanya 9%. Menteri menilai koperasi ini sudah layak menyalurkan KUR karena memiliki sistem teknologi informasi yang mumpuni.

“Saya dorong KSP Sejahtera Bersama untuk menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat, dan memang harus siap. Kuncinya di IT,” tegas menkop saat memberikan sambutan ‘Sosialisasi Hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) Elektronik Tahun Buku 2015 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama’, di Kota Bogor, Sabtu (23/4).

Menurut menkop, koperasi sebagai penyalur KUR harus diperbanyak, meski memang harus memiliki sejumlah kriteria. Di antaranya, koperasi harus memiliki kinerja baik dan sehat. Koperasi pun wajib memiliki sistem online data KUR dengan sistem informasi kredit program (SIKP).

Bogor Timur-20160423-02321

Atas ‘tantangan’ ini, Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan, menegaskan, pihaknya siap 100% menjadi penyalur KUR. Koperasi yang dikelolanya sudah memiliki teknologi yang cukup baik, yang dinilainya setara dengan perbankan. Melalui teknologi ini, KSP Sejahtera Bersama yang memiliki anggota sekitar 80 ribu lebih ini, mampu mengelola sarana transaksi keuangan.

“Sistem ini sebenarnya sudah puluhan tahun digunakan oleh perbankan, yang mungkin saat ini teknologinya sudah diperbaharui. Jadi, kami siap. Tingkat kesehatan koperasi juga cukup sehat, secara administrasi juga sudah memenuhi persyaratan. Tinggal kepercayaan Kementerian Koperasi kepada kami untuk menyalurkan KUR,” katanya.

Kesanggupan KSP Sejahtera Bersama — yang memiliki lebih dari 70 kantor pelayanan di berbagai kota di pulau Jawa, sebagai penyalur KUR sudah disampaikan kepada Kementerian Koperasi beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini pihaknya belum mendapat jawab pasti karena Kementerian Koperasi masih menggodog aturan main koperasi dalam menyalurkan KUR.

Menurutnya, keterlibatan koperasi sebagai penyalur KUR tidak akan mengganggu unit usaha yang dikelola koperasi. Justeru ia menilai sangat bagus untuk koperasi. Dengan menjadi penyalur KUR, koperasi juga bisa sekaligus melakukan kegiatan program CSR.

“Penyaluran KUR oleh koperasi berbeda dengan perbankan. Kalau di koperasi, tidak hanya menyalurkan kredit saja, tetapi juga menjadi pembina dan pendamping UKM jika UKM yang dikelola anggota mengalami masalah. Kalau di perbankan, kan hanya menyalurkan saja,” ujarnya. (tety)