Badan Karantina Pertanian dan Australia Luncurkan Sertifikat Elektronik

Selasa, 26 Apr 2016
foto istimewa

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian dan Departemen Pertanian Pemerintah Australia meluncurkan pertukaran sertifikat ekspor impor produk pertanian secara elektronik atau e-certification. Keduanya sepakat melakukan uji coba pertukaran sertifikat elektronik untuk produk yang diperdagangkan dengan berbasis pada standar internasional.

“Kedua pihak pihak juga bertanggungjawab pada setiap sertifikat yang dipertukarkan serta sepakat untuk mempromosikan fasilitas digital dalam perdagangan produk pertanian,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini di Kantor Pusat Kementan, Selasa (26/4).

Menurutnya, kesepakatan itu wujud impelementasi kerjasama bilateral pemerintah Indonesia dan Australia, khususnya perdagangan produk pertanian. Tujuan dari kerjasama e-certification ini untuk menjamin keamanan sertifikat yang dikelurkan kedua belah pihak sebagai bagian dari persyaratan ekspor dan impor.

“Dari sisi perkarantinaan, hal ini untuk meminimalisasi proses implementasi persyaratan pemasukan media pembawa HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) dan OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) yang selama ini dilakukan secara manual,” kata Banun.

Menurutnya, penggunaan sertifikat elektronik ini akan berdampak signifikan terhadap keamanan sertifikasi dan mencegah pemalsuan dokumen dalam proses karantina atau quarantine clearance, yang secara langsung berdampak terhadap penurunan waktu tunggu kapal atau dwelling time.

Berdasarkan data ekspor dan impor produk pertanian yang tercatat pada sistem sertifikasi elektronik Badan Karantina Pertanian, pada 2015 volume sertifikasi produk ekspor pertanian Indonesia ke Australia tercatat sebanyak 1.023 sertifikat. Sebaliknya, impor produk pertanian dari Australia ke Indonesia sebanyak 3.265 sertifikat.

Banun menambahkan, kerjasama semacam ini merupakan yang pertama dilakukan di ruang lingkup Asia Pasific. Setelah Australia, akan ada beberapa negara lagi akan melakukan kerjasama dengan Indonesia terkait elektronik sertifikat. (tety)