Kemenkop Beri Kesempatan Koperasi Mati Suri di Jambi Berbenah

Minggu, 22 Mei 2016


JAKARTA (Pos Sore) — Di Jambi terdapat 787 koperasi. Dari jumlah ini, sebanyak 45 persen masih aktif dan 55 persen mati suri atau tidak aktif. Sementara sektor UKM sebanyak 12 ribu pelaku.

Namun pemerintah menegaskan, tidak bisa langsung membubarkan begitu saja 55 persen koperasi yang dinilai mati suri atau tidak aktif, meski kondisi ini sudah terjadi sejak 3 – 4 tahun lalu.

Sekretaris Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM, Toto Sugiono mengatakan, penyebab koperasi-koperasi tersebut mati suri karena dulunya tidak terseleksi dengan baik. Banyak koperasi yang berdiri hanya karena untuk mencapai program, sementara ketentuannya tidak dipatuhi.

“Bagi koperasi yang dikategorikan tidak aktif atau mati suri, pemerintah akan melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi, apakah bisa diselamatkan atau harus dibubarkan,” tegas Toto Sugiono usai pertemuan dengan DPRD kota Jambi, di Jambi, dalam rangkaian acara capacity building aparatur deputi kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM,  Kamis (19/5).

Pemerintah juga harus memberikan kesempatan bagi koperasi non aktif untuk memperbaiki dan berbenah, dengan memberikan surat teguran dan berhak memberikan sanggahan. Jika dalam jangka waktu 4 tahun tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT) maka akan dibubarkan.

“Pembinaan tidak harus langsung bertemu, bisa melalui ilmu dari buku hingga pengetahuan monitoring dan evaluasi,” tambah Toto seraya menambahkan pemerintah ingin menjadikan koperasi di Indonesia lebih berkualitas, daripada banyak namun menjadi beban.

Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM telah meluncurkan sejumlah program untuk memberi kemudahan dalam membentuk koperasi yaitu, pembentukan badan hukum koperasi secara online hingga akta notaris gratis. Namun, pihaknya berharap, dinas koperasi di daerah harus selektif, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Toto menambahkan pendirian koperasi kini harus melalui beberapa tahap, di antaranya pra koperasi, menentukan tujuan pendirian, kegiatan hingga keanggotaan koperasi.

Karenanya, dalam kunjungannya ke kota Jambi Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM memberikan penyuluhan dan advokasi kepada koperasi yang terdapat di wilayah Selain itu, dilakukan pula kajian atau telaah untuk mengetahui mengapa koperasi dan UKM di propinsi Jambi, belum berkembang baik.

Kunjungan tersebut difokuskan di 2 kabupaten di Jambi yaitu kota Jambi dan Tanjung Jabung Barat. Selain itu, ada 16 titik yang dikunjungi di propinsi Jambi yaitu lembaga keuangan, koperasi, sentra ukm hingga ke Universitas Batanghari dan Universitas Jambi. (tety)