Koperasi Digital Indonesia Optimis Bisa Miliki Brand Smartphone Sendiri

JAKARTA (Pos Sore) — Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) — koperasi digital pertama di Indonesia, yang dibidani Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), bertekad membangun ekonomi digital yang mandiri dan berdaulat melalui prinsip dan nilai-nilai koperasi.

Ketua Umum Mastel Kristiono mengatakan, ada tiga pilar yang menjadi alasan dibentuknya koperasi ini, yaitu pasar, telenta dan entreprenuership. Untuk pasar, Indonesia dinilai memiliki potensi yang bisa menjadi satu kekuatan. Untuk talenta, Indonesia masih kekurangan untuk merealisasikannya. Semua itu diharapkan turut membantu pertumbuhan entrepreneurship di Indonesia. 

Saat ini Koperasi Digital akan memfokuskan diri pada tiga bidang, yakni perangkat, jaringan, dan aplikasi. Khusus untuk bidang perangkat Koperasi Digital berencana memiliki brand perangkat smartphone sendiri yang memprioritaskan aplikasi-aplikasi lokal. Apa nama merk brand smartphone itu sampai saat ini masih digodog.

“Mengapa smartphone? Karena hampir masyarakat kita ini memiliki smartphone. Namun, smartphone buatan luar negeri sangat membanjiri masyarakat dan di dalamnya terdapat berbagai aplikasi yang sebagian besar juga bukan buatan anak bangsa sehingga tanpa terasa hampir seluruh sendi kehidupan digital kita disandarkan pada produk luar negeri,” kata Krist yang juga Ketua Dewan Pengawas KDIM, ini di press room Kemenkop UKM, Jumat (27/5).

Koperasi Digital juga akan mengadakan program akses internet dengan kemudahan bayar 1 kali gratis 17 tahun atau  yang akan disebut B1IG-17. Program ini memungkinkan Koperasi untuk meluncurkan satelit sendiri dengan pengelolaan dan pelayanan pelanggan tetap dilakukan oleh para ISP sehingga program ini tidak akan mengganggu bisnis ISP yang sebagian besar adalah UKM.

“Dengan skema ini, kami berharap akan menguasai  30% pangsa pasar ponsel pintar, 70% pangsa pasar aplikasi, dan 50% pangsa pasar satelit dalam 10 tahun ke depan,” paparnya.

Ketua Umum KDIM Henri Kasyfi menambahkan, saat ini, meski sudah diresmikan, Koperasi Digital masih belum menerima anggota karena masih menyelesaikan beberapa kemitraan dengan berbagai pihak. Koperasi digital baru akan menerima anggota baru baik secara online maupun offline pada 1 Juli mendatang.

Masyarakat yang ingin menjadi anggota nantinya akan dibebankan membayar simpanan pokok sebesar Rp.100.000 sebulan dan simpanan wajib Rp.100.000 per bulan. Namun, ini bukan sekedar iuran semata. Ada nilai lebih di dalamnya.

Jika anggota membayar simpanan pokok dalam setahun sebesar Rp1,2 juta akan mendapatkan smartphone seharga tersebut berikut aplikasi yang disesuaikan kebutuhan anggota. Bila anggota membayar simpanan dalam 2 tahun sebesar Rp2,4 juta akan mendapatkan smartphone seharga tersebut berikut aplikasi yang disesuaikan kebutuhan anggota.

“Jika anggotanya nelayan, aplikasinya disesuaikan dengan matapencaharian tersebut. Begitu pula dengan petani, pedagang, wartawan, mahasiswa, dan profesi lainnya,” jelasnya.

Dalam 5 tahun ke depan ditargetkan jumlah anggota mencapai 15 juta dan proyeksi pendapatan sebesar Rp40 triliun.

Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari, menegaskan, Koperasi Digital ini perlu menyusun strategi bisnis yang efektif, yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya melalui layanan digital tersebut. Sehingga visi yang telah dibangun dapat dicapai lebih cepat.

Pihaknya berharap, Koperasi Digital Indonesia Mandiri ini dapat ikut mendorong para pelaku UMKM yang jumlahnya sebanyak 57 juta unit untuk beradaptasi dengan ekonomi digital, sehingga arus informasi yang sudah semakin cepat ini dapat memberikan manfaat bagi mereka dalam pengembangan usahanya.

“Nantinya kita rangkul koperasi-koperasi di Indonesia menjadi anggota Koperasi Digital agar segera terwujud kemandirian ekonomi digital Indonesia,” ujarnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!