11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual Gaya Hidup

Wanita Lebih Mudah Alami Inkontinensia Dibanding Pria

JAKARTA (Pos Sore) — Ternyata wanita diketahui lebih mudah mengalami inkontinensia urine daripada pria. Mengapa bisa? Menurut penjelasan dokter kondisi itu terjadi karena anatomi dan fisiologis antara pria dan wanita berbeda.

“Wanita memiliki anatomi yang unik dibandingkan pria. Iya, saluran kencingnya saja sudah beda bentuk. Intinya, pada wanita dari kandung kemih ke lubang kencingnya lebih pendek dibandingkan pria,” tutur dr Nugroho Budi Utomo, SpU, dalam konferensi pers relaunch Confidence Adult Diapers Premiumi, di Jakarta, Kamis (2/6).

Perbedaan lainnya, secara fisiologi pria juga memiliki lebih banyak aktivitas sehingga otot dasar panggulnya lebih kuat dan lebih tebal seratnya dibandingkan wanita. “Secara fisik pria lebih banyak beraktivitas dan bergerak kan, jadi otot-ototnya lebih terlatih dan kuat,” katanya.

Wanita yang mengalami kehamilan dan melahirkan juga turut menjadi penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Dalam proses tersebut, terjadi perubahan pada sistem pembuangan urine, sehingga wanita menjadi lebih rentan mengalami inkontinensia urine.

Meski inkontinensia urine secara medis tidak mengancam jiwa, bukan berarti kondisi ini boleh dipandang sebelah mata. Karena kondisi ini bisa merusak psikis pasiennya.

“Memang tidak mengancam jiwa, tetapi jelas inkontinensia urine ini memengaruhi kualitas hidup seseorang. Dampaknya ke arah sosial dan ekonomi, bisa bikin minder kan,” tutur dr Nugroho.

Inkontinensia urine sendiri dapat diartikan sebagai proses keluarnya urine di luar kehendak, sehingga kerap membuat penderitanya malu dan tak percaya diri.

“Biasanya ditandai dengan urine keluar tanpa kendali, urine menetes terus-menerus, dan urine keluar tiba-tiba misalnya saat tertawa,” urainya.

Untuk mengatasi gangguan kepercayaan diri tersebut, dr Nugroho berpesan pada keluarga untuk aktif menjaga psikis pasien. Misalnya jangan dijauhi dan ajak pasien berkonsultasi ke dokter. Jangan lupa juga mengajaknya berolahraga dan hidup sehat.

“Kalau perlu boleh dipakaikan popok khusus dewasa. Karena basah mungkin bisa ditutupi dengan pakai celana dobel, tapi bau pesingnya tetap ada kan. Ini yang sering bikin minder pasien,” pesan dr Nugroho. (tety)

Related posts

Assortment of literature sources whenever writing thesis, dissertation or diploma

Tety Polmasari

MAHALNYA SEBUAH BUKU AKTE NIKAH

Tety Polmasari

PKPU Luncurkan Program Sharefee: Berani Selfie, Berani Berbagi

Tety Polmasari

Leave a Comment