Kemenkop Gandeng Bank Dunia Susun ‘Action Plan’ Pengawasan Koperasi

JAKARTA (Pos Sore) — ‎Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan pihaknya menggandeng Bank Dunia untuk menyusun ‘action plan’ terhadap sistem pengawasan seluruh koperasi di seluruh Indonesia.

Bank Dunia sendiri sudah pernah mengkaji dan melakukan penelitian mengenai pengawasan sistem online koperasi khusus KSP dan USP. Salah satu hasil rekomendasinya adalah mengenai pentingnya pengawasan.

“Karena itu, kami bekerjasama kembali dengan Bank Dunia menyusun action plan pengawasan terhadap koperasi di Indonesia, tak hanya KSP dan USP saja,” kata Meliadi saat membuka workshop sistem pengawasan KSP/USP menuju koperasi yang kuat, sehat, mandiri, dan tangguh, di Jakarta, Kamis (9/6).

Dikatakan, action plan pengawasan itu bertujuan untuk membangun koperasi yang berkualitas. Saat ini, pihaknya lebih memprioritaskan kualitas koperasi, daripada kuantitas. Bila semakin banyak jumlah koperasi yang berkualitas, itu yang diharapkan. Saat ini, dari 150 ribuan koperasi yang aktif di seluruh Indonesia, baru ada sekitar 58 ribu koperasi yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Karenanya, harus ada pengawasan koperasi secara berjenjang, sesuai aturan yang ada. “Kalau untuk pengawasan koperasi yang kecil-kecil, jelas akan dibutuhkan supervisi yang banyak. Sedangkan untuk pengawasan terhadap koperasi-koperasi yang sudah besar, sistemnya sudah ada dan tinggal jalan saja,” tukas dia.

Bila sistem pengawasan sudah kuat, maka ke depan koperasi di Indonesia akan tumbuh sebagai lembaga keuangan yang biasa diterima dan bisa dipercaya oleh masyarakat. “Ini yang penting, yaitu koperasi bisa diterima dan bisa dipercaya oleh masyarakat luas. Oleh karenanya, sistem pengawasan koperasi akan terus kita perkuat,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jauhari Sitorus dari Bank Dunia Jakarta berharap agar kemitraan antara Bank Dunia dengan Kemenkop UKM bisa terus berlanjut, sehingga mampu membuat koperasi (termasuk KSP/USP) di seluruh Indonesia menjadi kuat, sehat, dan tangguh.

“Dua tahun lalu Bank Dunia sudah pernah melakukan kajian pengawasan seperti ini. Dan salah satu rekomendasinya adalah perlunya pengawasan KSP/USP, termasuk terkait pengawasan terhadap laporan keuangan koperasi yang akuntabel,” katanya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!