Diyakini Dapat Atasi Beragam Masalah Pengasuhan

KOWANI Paparkan 8 Langkah Wujudkan Keluarga Ramah Anak

Kamis, 23 Jun 2016

GIWO

JAKARTA (Pos Sore) – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dr.Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd menyakini keluarga ramah anak menjadi jawaban atas beragam masalah relasi dan pola pengasuhan yang selama ini masih menyimpan sejumlah persoalan.

Lantas, bagaimana mewujudkan keluarga ramah anak? Giwo menegaskan, ada delapan langkah untuk mewujudkan hal itu. Pertama, bangun persepsi dalam keluarga bahwa anak bukan ‘miniatur manusia’ tetapi ‘manusia seutuhnya’. Posisikan anak sebagai subyek dan bukan obyek

“Kedua, pastikan keluarga memberikan jaminan pemenuhan hak dasar anak, seperti mendapatkan nama dan identitas, hak mendapatkan sekolah yang ramah anak, kesehatan yang komprehensif, pangan yang sehat dan bermutu, lingkungan rumah yang sehat, hak sosial dan beragama, bermain dan memanfaatkan waktu luang serta hak mendapatkan perlindungan khusus,” papar mantan Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini, dalam Sosialisasi Pembinaan Pendidikan Keluarga, di gedung Kowani, Rabu (22/6).

Langkah ketiga, pastikan lingkungan keluarga nyaman dan aman untuk semua anak tanpa potensi apalagi bermuatan kekerasan dan diskriminasi. Keempat, pastikan pula anak dapat menyampaikan pandangan dan pendapatnya terhadap perasaan, ide, usulan atau kritik bahkan curhat dari anak seyogyanya menjadi hal biasa dalam pola relasi sehari-hari.

Lalu langkah kelima, pastikan ada waktu untuk membangun kehangatan dengan anak. Melalui bermain bersama, rekreasi atau hal yang sederhana dengan cara mengalokasikan waktu makan bersama anak.

“Keenam, pastikan anak didampingi saat menonton Televisi atau dipilihkan acara yang ramah yang tepat untuk usia anak,” lanjut perempuan penyuka kura-kura ini.

Langkah berikutnya, ketujuh, pastikan anak memilih game yang edukatif karena banyak permainan kurang mendidik ditemukan di antaranya bermuatan kekerasan, muatan perjudian hingga masuk dalam kategori konten pornografi.

Terakhir, langkah kedelapan, apapun situasi dan kondisi yang terjadi, maka menciptakan ‘ketahanan keluarga’ sebagai pondasi yang utama, haruslah menjadi tujuan utama dan pertama pembinaan dan pendidikan keluarga. Keluarga siap melakukan segalanya demi menghantar anak menuju ruang, waktu dan gerak melintasi berbagai kemungkinan tantangan demi menyongsong masa depan yang gemilang.

“Karena modal awal pendidikan anak usia dini atau PAUD adalah keluarga yang hangat, memahami, siap menerima serta sangat peduli dan berkomitmen teguh terhadap masa depan anak dan seluruh bentuk pembekalannya,” urainya.

Diakuinya, dengan tantangan dan dinamika global dewasa ini, untuk mewujudkan keluarga ramah anak tidaklah mudah. Konsekuensinya, peningkatan kualitas pendidikan keluarga harus terus dilakukan.

“Karenanya, Kowani berharap kegiatan sosialisasi pembinaan pendidikan keluarga ini betul-betul mampu menjadi pionir perubahan kualitas yang akan terus berkelanjutandan konsisten dilaksanakan guna mewujudkan keluarga yangramah anak,” tutur perempuan yang memiliki banyak aktivitas sosial ini. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015