20.7 C
New York
18/09/2021
Aktual Gaya Hidup

Mudik Gratis ke-27, Sido Muncul Kampanye Peduli Lingkungan

JAKARTA (Pos Sore) — Perayaan Hari Idul Fitri 1437 H tinggal hitungan hari. PT Sido Muncul pun kembali menyelenggarakan mudik gratis untuk yang ke-27 kalinya. Dengan menggunakan 270 bis dengan jumlah pemudik sekitar 16.000 orang siap diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah ke daerah tujuan: Cirebon, Tegal, Kuningan, Jogja, Solo, Purwokerto, dan Wonogiri, pada Jumat (1/7) untuk siap berlebaran di kampung halaman tercinta.

Mudik gratis ini sendiri idenya tercetus dari Sofyan Hidayat, yang sekarang menjabat Direktur Utama Sido Muncul, menggantikan Irwan Hidayat yang kini dipercaya menjadi Direktur Marketing Sido Muncul. Selama 1991-1993 acara mudik ini diselenggarakan dengan sederhana. Tak ada upacara apapun, tak ada pejabat pemerintah yang melepas para pemudik.

“Yang mewakili direksi melepas para pemudik selama 3 tahun itu adalah kris Irawan Marketing Manajer Sido Muncul waktu itu,” kenang Sofyan Hidayat, di Jakarta, Kamis (30/6).

Berbeda dengan tahun lalu, kali ini di acara mudik gratis, Sido Muncul mengkampanyekan tentang perlunya menjaga lingkungan untuk mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dengan aturan ‘Plastik Berbayar’ pada awal tahun ini.

Tanah Abang-20160630-02726

“Dengan produk Tolak Linu Mint, kami buat iklan peduli lingkungan yang mengajak masyarakat supaya memisahkan sampah plastik dengan sampah makanan ahar dapat didaur ulang,” jelas Direktur Marketing Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Dia mengatakan, setiap hari Indonesia menghasilkan 200 rubu ton sampah, sebanyak 30 ribu ton di antaranya sampah plastik, dan yang bisa didaur ulang hanya 10 ribu ton, sisanya yang 20 ribu ton membebani lingkungan.

“Kalau yang 20 ribu ton bisa dikumpulkan, para pemulung visa mendapatkan uang Rp20 miliar per hari,” tandas Irwan.

Karena itu, dalam kesempatan mudik gratis kali ini Sido Muncul memanfaatkan untuk memberikan edukasi pada para pemudik agar ikut mendukung program KLH untuk melestarikan dan peduli lingkungan.

“Di setiap tempat duduk bia akan dipasang stiket komik yang isinya mengajak para pemudik supaya ikut peduli lingkungan dengan memilah sampah plastik dengan sampah makanan atau sampah organik. Dengan memakai komik sebagai komunikasi, masyarakat akan lebih mudah memahami dan mau ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan,” paparnya.

Menurutnya, berbagai pihak harus membantu pemerintah untuk menjaga lingkungan. Karena, melestarikan lingkungan sama petingnya dengan membangun perekonomian. Supaya berhasil, dibutuhkan partisipasi masyarakat. (tety)

Related posts

Mangara Siahaan Setuju Merpati Ditutup

Tety Polmasari

Kemenkop Kembali Adakan Gerakan Kewirausahaan Nasional

Tety Polmasari

Indonesia dan Denmark Jalin Rencana Kerjasama Investasi Pertanian

Tety Polmasari

Leave a Comment