LLP-KUKM Diminta Sosialisasikan KUR BE kepada UKM Mitra Berorientasi Ekspor

Sabtu, 2 Jul 2016

IMG-20160630-WA0005

JAKARTA (Pos Sore) – Sejumlah upaya sudah dilakukan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM agar produk mitra masuk ke pasar mancanegara. Salah satunya dengan membentuk forum KUKM eksport yang terdiri dari 56 KUKM eksport mitra LLP-KUKM dan stakeholder terkait.

“Forum ini dibentuk pada awal tahun ini. Dan, setiap bulan kami melakukan diskusi mengenai peluang pasar luar negeri, kesiapan ekspor dari para KUKM mitra, promosi dan pemasaran produk KUKM di dalam dan luar negeri,” kata Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi, SH MH saat pelepasan produk ekspor KUKM Mitra LLP-KUKM, di Jakarta.

Selain itu, lanjut Ahmad Zabadi, pihak juga memfasilitasi mitra KUKM untuk ikut pameran dalam dan luar negeri, pembinaan teknis, temu mitra KUKM, pendampingan KUKM yang berdampak pada peningkatan kemampuan KUKM dan perluasan akses pasar mereka melalui ritel modern, e-commerce, dan pasar luar negeri.

“Sejumlah upaya tersebut kami lakukan agar koperasi dan UKM mitra kami mejadi jawara di pasar dalam negeri dan mampu menembus pasar luar negeri,” ujar Ahmad Zabadi.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Zabadi memaparkan, produk yang dilepas untuk diekspor produk furniture bambu sebanyak 1 kontainer 40 feet dari mitra UKM Shaniqua Bammboo, Rangkas Bitung ke Senegal, senilai Rp 325 juta.

Produk lainnya yaitu kripik buah dari mitra UKM Arjuna 999 Batu Malang sebanyak 1 kontainer 20 feet ke Korea Selatan senilai Rp 186 juta. Lalu, produk kopo Arabika dari UKM JPW Coffee Sumatra Utara, sebanyak 1 kontainer 20 feet/ 1 ton senilai Rp 150 juta kepada buyer di China.

2B8A8653

“Semua keberhasilan ekspor ini merupakan hasil kunjungan para delegasi luar negeri ke rumah Smesco beberapa waktu lalu. Selain itu kami juga aktif mengajak mitra LLP KUKM untuk melakukan promosi pameran ke luar negeri,” tambah Ahmad Zabadi.

Mendengar pemaparan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meminta Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi untuk menyosialisasikan KUR BE atau Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor kepada 56 KUKM eksport mitra LLP-KUKM tersebut.

“Pemerintah memberikan dukungan kepada koperasi dan pelaku UKM berorientasi ekspor, dengan menyediakan KURBE. Bunganya pun sama dengan KUR, sebesar 9 persen. Saya pesan kepada LLP KUKM untuk menyosialisasikan KUR BE ini kepada mitra-mintranya,” ujar menkop.

Menkop menjelaskan, skim pembiayaan KURBE ini memang diorientasikan kepada eksportir guna menggenjot devisa. Dengan plafon mulai dari Rp5 miliar sampai Rp50 miiliar, skim ini memang ditujukan pada UKM yang sudah naik kelas dan butuh perluasan tujuan ekspor.

KUR yang merupakan paket kebijakan ekonomi jilid XI ini menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi usaha mikro, kecil dan menangah (UMKM).

KURBE juga menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM yang berorientasi ekspor (UMKM Ekspor) yang dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI (Indonesia Eximbank). Batas maksimal untuk KURBE Mikro sebesar Rp5 miliar, KURBE Kecil Rp25 miliar (dengan ketentuan maksimal KMKE sebesar Rp15 miliar).

Sedangkan untuk KURBE Menengah, batas maksimal sebesar Rp50 Miliar (dengan ketentuan maksimal KMKE sebesar Rp25 miliar). Pemerintah menetapkan jangka waktu KURBE paling lama 3 tahun untuk KMKE dan/atau 5 tahun untuk KIE. (tety)