Bocah Penderita Obesitas

Sehari Dirawat, Berat Badan Arya Menyusut 2 Kg

Selasa, 12 Jul 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Arya Permana (10) yang menderita obesitas, sudah dua hari ini mendapat perawatan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat. Bocah tergemuk di dunia itu ditangani tim medis yang terdiri dari 13 dokter spesialis agar berat badan Aria berada di posisi normal seusianya.

Normalnya anak laki-laki usia 10 tahun memiliki berat badan sekitar 39 kg. Namun, bocah asal Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang itu saat dibawa ke RSHS, Senin (11/7), memiliki berat badan 192 kilogram. Sehari setelah mendapat perawatan, bobotnya mulai menyusut seberat 2 kg.

Berat badan Arya mulai turun sedikit setelah mulai menjalani diet. Sang Ayah, Ade Somantri (40) bersyukur atas kemajuan yang dialami anaknya. Sejak masuk, dokter sudah melakukan pengaturan pola makan Arya. Tidak berlebihan seperti biasanya di rumah.

“Dalam satu hari Ade diberi makan tiga kali dengan kandungan lauk pauk yang lebih banyak serat. Seperti sayuran dan buah,” katanya.

Direktur Utama RSHS Ayi Djembarsari, mengatakan sebelumnya Arya sudah pernah diperiksa di RSHS setahun yang lalu dan seminggu sebelum Lebaran. “Kasus Aria memang sangat menarik untuk diperhatikan sehingga membuat RSHS melakukan pengobatan dan perawatan selama beberapa hari ke depan,” katanya.

Menurutnya, perawatan dan pengobatan terhadap Arya menjadi pelajaran berharga buat rumah sakit yang dipimpinnya untuk mengobati kasus obesitas atau kegemukan terhadap anak-anak. Ia memperkirakan pengobatan dan perawatan Aria akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Durasi bisa saja bertambah tergantung dari perkembangan Aria selama mengikuti pengobatan dan perawatan.

Arya mengalami obesitas sejak usia 8 tahun, atau saat duduk di bangkus kelas 2 Sekolah Dasar. Badan Arya semakin membesar dan puncaknya mencapai 192 kilogram.

Akibat berat badan yang terus naik, Arya yang semula dikenal sebagai anak yang lincah terpaksa harus berhenti sekolah saat akan naik ke kelas 3. Arya terpaksa berhenti sekolah karena sudah tidak sanggup berjalan meski jarak hanya ratusan meter dari rumahnya. Padahal, Arya dikenal sebagai anak yang pintar dan selalu menjadi juara kelas

“Harusnya sekarang kelas 4 SD. Tapi sampai sekarang kalau belajar di rumah masih. Kadang gurunya datang juga ke rumah untuk mengajak Arya belajar,” tambah Ade. (tety)