Koperasi di Pesisir Utara Jatim Layak Jadi Percontohan Nasional

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga didampingi Deputi Bidang Pembiayaan Braman Setyo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Koperasi di Jawa Timur, khususnya di daerah pesisir utara, tepatnya di KUD Mina Tani Kabupaten Lamongan dan Koperasi Kareb, Kabupaten Bojonegoro.

“Saya mendapati dua koperasi ini cukup bagus dan bisa menjadi percontohan nasional, karena dalam operasionalnya koperasi ini mampu meningkatkan taraf hidup msyarakat,” ujar Puspayoga, usai mengunjungi KUD Mina Tani Lamongan dan Koperasi Kareb Bojonegoro, Sabtu (16/7).

Ia menunjuk KUD Mina Tani yang beranggotakan 1.200 orang, dimana 60% nelayan sisanya 40% petani, yang kini sudah mampu mencapai omset Rp 80 miliar dengan aset senilai Rp 44 miliar dan SHU yang mencapai Rp 500 juta pada 2015 lalu.

KUD Mina Tani juga menjadi MPS (Mitra Produksi Sigaret) SKT (Sigaret Kretek Tangan) dari HM Sampoerna. Kemitraan antara perusahaan besar dengan koperasi ini menurut Puspayoga sangatlah bagus, karena mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan.

“Itu sangat agus, apalagi Presiden Jokowi juga menekankan perekonomian yang padat karya,, dan potensi semakin berkembangnya juga masih besar,” kata Puspayoga.

Menurut Ketua KUD Tani Kasulasa, untuk unit pengolahan es, pihaknya sudah memiliki pabrik yang baru mampu memproduksi 1.000 balok es perharinya. Padahal permintaannya sangat besar, bisa mencapai 20 ribu balok es/hari.

“Karena itu, kami mohon dukungan pemerintah agar bias meningkatkan kapasits produksi es balok KUD Mina Tani ini,” katanya.

Contoh lain, lanjut Menteri Puspayoga, adalah KUD Kareb Bojonegoro yang selain menjadi MPS SKT pabrik rokok HM Sampoerna, juga memiliki sejumlah lini usaha lain yang berkembang dengan pesat.

“Yang hebat, Koperasi Kareb ini juga mampu menjadi distributor bagi pedagang-pedagang kecil maupun pertokoan karena koperasi Kareb langsung menjadi kerjasama dengan perusahaaan besar selaku produsen di hilir,” tambah Menteri Puspayoga.

Ketua Koperasi Kareb Hadi Prayitno mengatakan, unit usaha Koperasi Kareb saat ini meliputi kegiatan baik dalam penjualan barang dan jasa, yang masing-masing digerakkan melalui unit usaha. Ada lima unit usaha, yaitu Unit Usaha processing (pengeringan dan pemisahan) tembakau, unit jasa MPS SKT, unit simpan pinjam, unit pertokoan (ritel modern, distributor ) dan unit usaha angkutan/transportasi.
Siapkan KUR

Melihat besarnya potensi perkembangan koperasi di pesisir utara Jatim itu, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman setyo mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan maupun para pekerja MPS SKT yang kebanyakan adalah wanita.

“Saat ini KUR untuk sektor perikanan kan masih kecil, saya melihat ada peluang mengucurkan KUR pada para nelayan di Lamongan ini,” kata Braman setyo.

Mengenai metodenya, akan diarahkan ke linkage dengan perbankan. Hal itu karena sejauh ini belum ada koperasi yang langsung menyalurkan KUR. ‘Model linkage dengan perbankan ini akan sangat cocok, apalagi KUD Mina Tani sudah menyatakan kesediaannya menjadi back up dari pinjaman KUR ini,” katanya.

Sementara KUR untuk para pelinting rokok (SKT) yang kebanyakan adalah wanita, Braman juga melihat ada peluang untuk para pekerja ini mendaatkan KUR. Hal ini karena para pekerja wanita ini intinya membantu suaminya menambah penghasilan.

“Nah, KUR ini bisa digunakan para suami untuk membesarkan usahanya atau membuat usaha yang lain,” tambahnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!