Menpora Minta Pemuda Jadi Agen Perubahan Bangsa

Jumat, 22 Jul 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi bersama Wakil Gubernur Porvinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf hari Jumat (22/7) sore memberikan pembekalan sekaligus mengukuhkan 320 Kader Pemuda Anti Narkoba yang berasal dari 13 Kabupaten di wilayah Jawa Timur.

Dalam pengukuhan dan pembekalan Kader Pemuda Anti Narkoba ini menpora mengajak seluruh anak-anak muda untuk menjadi agen perubahan yang dimulai dari lingkungan terkecil di sekitar mereka. “Pemuda adalah pemangku peradaban masa depan, dan di tangan anak anak mudalah masa depan bangsa ini akan ditentukan,” ujarnya.

“Memerangi narkoba sama nilainya dengan berjihad atau berjuang untuk negara, karena Indonesia telah berada dalam situasi darurat narkoba, dan menyatakan perang terhadap narkoba. “Ada suatu kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak indonesia bahwa narkoba menjadi ancaman dan musuh yang serius terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta, menpora meminta agar semua nasehat yang diterima oleh peserta selama mengikuti pembekalan ini betul-betul dilaksanakan dengan baik, dan diaplikasikan di lingkungannya. “Kepada semua peserta pembekalan ini setelah kegiatan berakhir dan kembali ke desa masing-masing untuk dapat memakai kaosnya kembali, sehingga kalian dapat menujukkan identitas sebagai pemuda anti narkoba yang dapat memberikan pengaruh positif kepada lingkungan, ” tegas Imam.

Imam melanjutkan program Program Pemuda Anti Narkoba akan dibesarkan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga lebih banyak dapat membantu BNN dan Kepolisian dalam memerangi narkoba.

Surabaya menjadi kota kedua setelah Bandung, yang menjadi pusat pelatihan kader Pemuda Anti Narkoba untuk wilayah Propinsi Jawa Timur. Berikutnya kota Semarang akan menjadi pusat pelatihan dan pengukuhan Kader Pemuda Anti Narkoba untuk wilayah Propinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda Adiati Noerdin dalam laporannya menyampaikan Program Pemuda Anti Narkoba menjadi salah satu program unggulan kepemudaan di tahun 2016. Saat ini mitra yang digandeng untuk bersinergi dalam pelaksanaan program ini adalah BNN (Badan Narkotika Nasional).

Adiati melanjutkan sebagai rencana tindak lanjut kegiatan setelah dikukuhkan, Kader Pemuda Anti Narkoba juga akan mendapatkan pendampingan di lapangan untuk melakukan 3 tugas inti yaitu melakukan sosialisasi bahaya narkoba, melakukan pemetaan titik-titik rawan penggunaan dan peredaran narkoba serta membentuk satuan tugas anti narkoba dengan merekrut 25 anak-anak muda lainnya di desanya masing-masing. (tety)