Silaturahmi Akbar 2016: OSO Minta Warga Sulit Air Bangkit

Kebayoran Lama-20160814-02906

Kebayoran Lama-20160814-02908

JAKARTA (Pos Sore) — Ribuan warga Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang tersebar di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, yang tergabung dalam organisasi Sulit Air Sepakat (SAS), memadati Gedung Olahraga Pertamina Simprug, Jakarta Selatan.

Mereka bertemu diajang Silaturahmi Akbar 2016 yang diadakan Korwil SAS & IPPSA. Sebagaimana namanya, kegiatan yang dikemas menarik itu bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan.

“Acara Halal Bil Halal adalah refleksi ajaran Islam. Momentum silaturahmi, berkumpul temu kangen dan saling memaafkan menjadi hubungan yang harmonis satu sama lainnya,” terang Ketua Panitia Dr. Hj. Rosi Yulita Rusli, M.Si, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, suasana seperti itu sangat didambakan oleh setiap warga SAS di manapun berada. Pertemuan ini merupakan budaya masyarakat yang dilaksanakan sehabis bergembira ria di Hari Raya Idul Fitri. Fenomena ini menjadi suatu kerinduan bagi warga SAS.

Wakil Ketua MPR Dr Osman Sapta Odang (OSO) yang juga Ketua Dewan Pembina Sulit Air Sepakat (SAS), dalam kesempatan itu menyampaikan kegiatan silaturahmi ini sebagai hari kebangkitan Nagari Sulit Air. Ia pun menggelorakan semangat bagi warga Sulit Air.

“Sulit Air!”, teriak Oesman Sapta. “Bangkit!”, disambut dengan serempak oleh ribuan orang yang menghadiri acara itu.

Dalam kesempatan itu, OSO juga menyampaikan aspirasi dari masyarakat kepada Bupati Solok bahwa harus dibangun jalan di Sulit Air agar bisa dilalui even Tour De Singkarak. Apalagi Tour De Singkarak bisa membangkitkan potensi wisata lokal.

“Tadi saya ditelpon Raja Sapta Okto, Ketua kontingen balap sepeda agar menyampaikan pesan itu,” katanya.

Kegiatan Tour De Singkarak sendiri adalah lomba balap sepeda tahunan bertaraf internasional yang digelar di Solok. Karenanya, Pemda harus punya inisiatif. “Inikan bisa menggerakan wisata dan ekonomi daerah, jadi sudah jelas ada potensi wisatanya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Oesma Sapta mengatakan, Sulit Air harus menjadi prioritas pembangunan agar nagari itu bisa menjadi objek touris atau wisata. “Agar orang berduyun-duyun melihat Gunung Merah Putih,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, masyarakat harus banyak bekerja jangan banyak omong. “Dan harus saling tolong menolong. Warga Sulit Air rajin dan suka berjuang,” tambahnya lagi. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!