Pemerintah Rumuskan Peta Jalan Revitalisasi Pendidikan Vokasional

JAKARTA (Pos Sore) – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memimpin rapat koordinasi penyusunan peta jalan revitalisasi pendidikan vokasional.

“Peta jalan ini penting karena Indonesia kekurangan tenaga vokasi untuk mengisi proyek pemerintah yang sedang dikerjakan,” kata Puan Maharani, Rakor Revitalisasi Pendidikan Vokasional, di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (30/8).

Puan menjelaskan, peta jalan revitalisasi pendidikan vokasional dirumuskan oleh tim penyusun yang terdiri dari lintas kementerian. Ketua penyusunan jalan revitalisasi SMK adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sementara ketua penyusunan peta jalan revitalisaei politeknik dan akademi oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Adapun ketua penyusunan peta jalan revitalisasi balai latihan kerja dan magang/kerja praktek adalah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

“Kita butuh sinergi untuk merevitalisasi pendidikan vokasional ini sebab link and match itu tidak mudah. Kita butuh roadmap yang jelas untuk menggerakkan semua kementerian dan lembaga sehingga tenaga kerja vokasional bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri,” katanya.

Puan menambahkan, program pemerintah yang sedang dibuat itu banyak sekali. Karenanya, Pemerintah harus mengantisipasinya dengan menyiapkan sumberdaya manusianya yang kompetitif.

“Saya harapkan, semua kementerian dan lembaga ini menyiapkan tenaga vokasi yang bisa menunjang program pemerintah tersebut agar bisa menangkal masuknya tenaga kerja asing,” tegasnya.

Menurut Puan, kesiapan dan jumlah sumber daya manusia di Indonesia masih sangat kurang. Karenanya, sebelum Oktober ini ia berharap peta jalan revitalisasi pendidikan vokasional dapat terselesaikan oleh tim penyusun.

“Dari rakor ini kita bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam revitalisasi pendidikan vokasional. Kita minta agar kementerian/lembaga bisa lebih fokus dalam merumuskan revitalisasi pendidikan vokasional,” lanjutnya.

Dalam Rakor tersebut Puan meminta kepada Kemendikbud memberikan pelatihan ataupun magang kepada semua siswa SMK agar siap dipakai di semua proyek pemerintah. Kepada Kemenristek Dikti, Puan meminta agar menyiapkan program sertifikasi kepada siswa yang baru lulus SMK.

Puan mengatakan, revitalisasi pendidikan vokasional juga membutuhkan sinergi yang lebih luas dengan Kementerian Koordinator yakni Kemenko Perekonomian dan Kemenko Kemaritiman.

Rakor ini sendiri merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang menyiratkan adanya tiga jalur dalam revitalisasi pendidikan vokasional. Yakni jalur revitalisasi SMK, jalur revitalisasi politeknik dan akademi kejuruan, serta jalur revitalisasi balai latihan kerja dan program magang bersertifikat.

Rapat terdahulu juga menekankan perlunya dipertimbangkan 12 sektor prioritas MEA dan kebutuhan industri dalam negeri dalam melakukan revitalisasi pendidikan vokasional. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!