16.8 C
New York
20/09/2020
Aktual

Presiden Jokowi Ajak Anak Muda Hasilkan Terobosan Aplikasi Digital

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Jokowi mengemukakan, berkat perkembangan teknologi digital kita sekarang hidup di dunia yang terasa tanpa sekat dan tanpa batasan fisik. Banyak negara yang wilayah-wilayahnya terpisah secara fisik, sekarang juga sudah bisa tersambung dalam satu dunia, yaitu dunia internet.

“Manfaat atau kemampuan teknologi digital tersebut perlu juga kita lihat sebagai satu kesempatan emas, terutama untuk menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau oleh jasa layanan keuangan formal,” kata Presiden Jokowi saat membuka Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC), yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Selasa (30/8) pagi.

Presiden menguraikan sejumlah fakta terkait sulitnya menjangkau seluruh warga yang tersebar di 17.000 pulau di tanah air. Untuk jasa layanan keuangan yang sesederhana layanan penyimpanan uang di bank pun banyak dari masyarakat kita yang masih belum terlibat. Belum lagi untuk jasa keuangan yang lebih modern, seperti kredit usaha, kredit rumah, maupun pasar modal.

Karena keterasingan itu, menurut Presiden, akhirnya mereka sulit untuk memenuhi potensi maksimalnya. Mau berusaha sulit, mau punya rumah sulit, dan mau juga menabung sulit.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengaku sangat menghargai ada beberapa bank yang sudah memiliki, misalnya BRI ada Teras Kapal BRI yang melayani dari pulau ke pulau. Kemudian juga beberapa bank juga yang sudah mau membuka di kabupaten-kabupaten terpencil. “Ini patut kita hargai,” ujarnya.

Pada kementerian terkait, Presiden mengaku juga sudah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah percepatan, langkah-langkah terobosan. Yang pertama, lanjut Presiden, perluasan jangkauan pelayanan perbankan dan lembaga keuangan formal dengan memperhatikan karakteristik geografis kita sebagai negara kepulauan.

Yang kedua, peningkatan kapasitas masyarakat, terutama yang tadinya dikategorikan tidak layak menjadi layak, dari yang unbankable menjadi bankable dalam memperoleh layanan keuangan oleh institusi formal.

Ketiga, lanjut Presiden, kebijakan atau peraturan yang mendukung keuangan inklusif, seperti peningkatan akses layanan jasa keuangan, terutama bagi UMKM. Dan yang keempat, perlindungan konsumen yang menjamin jaminan rasa aman. (tety)

Related posts

KIS Jamin Manfaat Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kurang Mampu

Tety Polmasari

BMKG: Hari Idul Fitri Diprediksi Hujan

Tety Polmasari

Satgas Dibentuk Berantas Premanisme

Tety Polmasari

Leave a Comment