‘WARISAN 2016’ Jadi Momentum Lestarikan Budaya Batik Nusantara

JAKARTA (Pos Sore) – Pameran batik Wasiat Agung Negeri Nusantara (WARISAN) 2016 disambut antusias masyarakat. Hal itu terlihat dengan banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi acara untuk membeli batik yang menjadi pilihannya. PT Mediatama Binakreasi sebagai pihak penyelenggara mencatat pada tiga hari menjelang penutupan jumlah omset yang sudah berhasil dibukukan mencapai Rp 490 juta.

“Pengunjung merasa bahwa pameran ini memang yang ditunggu dan memberikan manfaat bagi mereka. Kita berharap semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujar Direktur PT Mediatama Binakreasi, Umi Noor dalam jumpa pers penutupan Pameran WARISAN 2016 di gedung JCC, Jakarta, Minggu (28/8).

Pameran WARISAN 2016 yang sebelumnya resmi dibuka oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla, rencananya akan hadir setiap tahun.

“Idenya sudah ada sejak tiga tahun lalu, dan alhamdulillah antusias banyak terbukti pengunjung dan transaksi yang kami catat. Jadi itu menjadikan kami terharu dan apa ide kami untuk memajukan industri batik bisa terjawab,” kata Umi Noor.

Pameran batik ini melibatkan kurator yang kompeten di bidang batik. Di mana setiap peserta pameran dikurasi produk batiknya, sehingga originalitas batik yang dijual di pameran ini mendapatkan garansi keaslian bahwa batiknya dibuat denga teknik batik dan bukan printing atau sablon.

“Dengan demikian melalui Pameran WARISAN ini maka citra batik nasional sebagai produk budaya luhur bangsa akan tetap terjaga kemurniannya,” ucap Ketua Tim Kurator Komarudin Kudiya.

Menurut Komarudin, pameran ini memberikan edukasi yang sangat berharga bagi pedagang batik maupun bagi para pembeli batik tersebut, sehingga pembeli akan merasa nyaman dan tidak takut tertipu mengenai keaslian batik yang dibelinya.

“Dan bagi peserta pameran telah berkomitmen di awal hanya menjual produk-produk yang asli yang dikerjakan dengan teknik batik, menggunakan lilin panas sebagai perintang warnanya yaitu terdiri dari batik cap, tulis maupun kombinasi dari cap dan tulis,” jelas dia.

Pada kesempatan tersebut, tim kurator memilih tiga peserta pameran dengan Display Terbaik. Di mana Pendoro Batik Tulis berada diurutan pertama, disusul Batik Sekar Kedaton di urutan kedua, dan display terbaik ketiga panitia memilih Noorani Batik.

Tidak hanya itu, kurator juga memberikan penghargaan khusus kepada Barang Barong Setiawati sebagai Stan Budaya. Dari masing-masing peserta yang mendapat penghargaan diberikan sertifikat.

“Sebagai orang yang belajar untuk menguri warisan lelulurn wadah ini saya ingin menjadi harapan kepada generas muda ke depan. Warisan ini disesuaikan dengan budaya nusantara bisa membangun budaya untuk generasi muda mendatang,” ungkap Nunuk Setiawati Susanto dari Barang Barong Setiawati. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!