Sharing Best Practices on Women and Leadership: Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan

Senin, 19 Sep 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam rekam sejarah, kepemimpinan perempuan di Indonesia mengalami perkembangan dari masa ke masa, baik di bidang ekonomi, politik, dan hukum. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, kepemimpinan perempuan sangatlah penting bagi kehidupan bermasyarakat.

“Saya yakin pemimpin perempuan seringkali lebih peka dan responsif dalam berbagai urusan publik dan domestik yang mempengaruhi kondisi kehidupan di sekelilingnya,” kata Yohana dalam pembukaan pertemuan ‘Sharing Best Practices on Women and Leadership’, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/9).

Pertemuan yang kedua kalinya diadakan itu digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah RI bersama negara-negara Asia Pasifik anggota Colombo Plan dalam memperbaiki dan mengefektikan peningkatan kepemimpinan perempuan di seluruh negara.

Sejumlah negara menghadiri pertemuan yang dilaksanakan Kementerian PP dan PA bersama Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Colombo Plan itu. Yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Fiji, Filipina, Indonesia, Iran, Malaysia, Maladewa, Nepal, Pakistan, Sri Lanka dan Vietnam.

Menurut Menteri Yohana, sebagai individu, perempuan memiliki keunikan tersendiri, melalui pengalaman yang tertanam dalam sejarah dan tradisi dirinya serta memberikan perspektif yang unik dalam melihat peluang, kesempatan, dan tanggung jawab.

Melalui acara ini, menteri mengharapkan dapat menyampaikan kesuksesan pemerintah Indonesia baik dalam tatanan kebijakan maupun implementasinya terkait upaya mendorong kepemimpinan perempuan di segala bidang, baik bidang ekonomi, sosial budaya, hubungan masyarakat dan bidang strategis lainnya.

“Saya harap acara ini dapat menjadi forum tukar menukar pengalaman dan praktik terbaik antar peserta yang mewakili negara masing masing, yang memberikan nilai tambah terhadap upaya peningkatan kepemimpinan perempuan serta penguatan pemberdayaan dan perlindungan perempuan secara umum,” tutup Menteri Yohana. (tety)