IAEA: Indonesia Layak jadi Pusat Acuan Riset Teknologi Nuklir Kawasan Asia Pasifik

JAKARTA (Pos Sore) — Capaian riset teknologi nuklir dalam bidang pertanian yang dirintis oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) selama beberapa dekade dinilai IAEA sebagai capaian luar biasa. Batan dinilai mampu berkontribusi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan global.

“Batan mendapatkan apresiasi dari IAEA yang juga berharap Indonesia dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan kapasitas negara anggota lain di Kawasan Asia Pasifik,” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, usai menerima kunjungan Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, di anjungan pameran Republik Indonesia dalam Sidang Umum IAEA ke-60, di Markas Besar PBB Vienna, Austria pada 26-30 September 2016.

Pada kunjungan tersebut, Dirjen IAEA didampingi beberapa pejabat IAEA menyatakan Indonesia sangat layak menjadi pusat acuan riset teknologi nuklir dalam bidang pertanian bagi negara-negara anggota lain di kawasan Asia Pasifik.

Kepala BATAN menyatakan menyambut baik apresiasi IAEA dan kesediaan BATAN untuk menjadi pusat acuan tersebut.

Selama lebih dari satu dekade, Indonesia telah berperan aktif menjadi negara host bagi berbagai aktivitas training, fellowship maupun pelatihan teknis lain bagi para peneliti dari negara anggota IAEA lainnya, sebagai wujud komitmen untuk berkontribusi terhadap penguatan kapasitas SDM nuklir di tingkat regional dan internasional.

Langkah pengembangan kerjasama Indonesia dengan IAEA dan negara anggota sendiri terus dikembangkan untuk memastikan riset teknologi nuklir yang berkelanjutan di bidang pangan serta mampu berkontribusi dalam upaya IAEA untuk mendukung pencapaian ketahanan pangan global sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan PBB. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!